Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb
<p>Publisher: <a href="https://stikeskbn.ac.id/">Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara</a><a href="https://unimma.ac.id" target="_blank" rel="noopener"><br /></a>DOI prefix: <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=10.56186%2Fjkkb&search_type=kws&search_field=full_search">10.56186/jkkb</a><br />p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1578291448">2477-1414</a> <a href="http://u.lipi.go.id/1180427309" target="_blank" rel="noopener"><br /></a>e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1578291448">2716-0785</a></p> <p>ID SINTA : <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11082">https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11082</a></p>Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesiaen-USJurnal Keperawatan Karya Bhakti2477-1414Psikoedukasi Berpengaruh Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Siswa Remaja
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/295
<p>Kecemasan merupakan respon psikologis yang muncul akibat adanya stresor dan dapat memengaruhi kondisi emosional, fisik, serta kemampuan individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kecemasan yang dirasakan dipengaruhi juga dari faktor internal seperti pola pikir, kepercayaan diri, kondisi fisik, dan kemampuan mengelola emosi, faktor lain yakni ekternal seperti dari lingkungan keluarga, sekolah, akademik, teman sebaya, lingkungan sosial dan ekonomi, yang dapat menyebabkan tingkat kecemasan pada remaja mudah dirasakan. Tingkat kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap tingkat kecemasan pada siswa remaja di smpn Ix kota gorontalo. Penelitian menggunakan desain <em>quasi experiment </em>dengan rancangan <em>one group pre-test post-test</em>, melibatkan 27 remaja yang mengalami kecemasan, Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> (HARS). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum psikoedukasi, 48,2% responden mengalami kecemasan ringan, 37% cemas sedang, 14,8% cemas berat, sedangkan setelah psikoedukasi, 25,9% responden tidak cemas, 51,9% cemas riny, 22,2% cemas sedang. Uji <em>Wilcoxon</em> <em>Signed Rank Test</em> menunjukkan <em>p-value</em> < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan intervensi Psikoedukasi dalam menurunkan tingkat Kecemasan. Hal menunjukan bahwa pemberian psikoedukasi mampu menurunkan tingkat kecemasan pada siswa remaja yang dari 23.63% menurun menjadi 17.96%, Maka dengan itu perlu adanya psikoedukasi dapat dijadikan sebagai bagian dari program rutin bimbingan dan konseling (BK) untuk membantu siswa dalam mengelola tingkat kecemasan dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneiliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan pada siswa remaja.</p>Pramesti Ardani PaintuPipin YunusNur Uyuun I. BiahimoSiti Qomariah Usu
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-2212211110.56186/jkkb.295Pengetahuan Mitigasi Bencana Berkorelasi Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/294
<p>Banjir merupakan peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat seperti menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah dengan mitigasi bencana, pengetahuan mengenai mitigasi bencana sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat pesisir danau Limboto dalam menghadapi bencana banjir di Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaif dengan desaian penelitian analitik korelasional dan pendekatan <em>cross-sectional. </em>Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir serta pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dengan jumlah sebanyak 77 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan mitigasi bencana, sedangkan dependen ialah kesiapsiagaan masyarakat. Insrumen penelitian menggunakan kuesioner serta teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi <em>spearman rank</em>. Hasil penelitian di dapatkan nilai p= 0,000 (<0,05) dengan arah korelasi positif (+) menandakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin tinggi pula kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yang menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang mitigasi bencana (39%), dan sebagian besar juga berada pada kategori sangat siap dalam menghadapi banjir (41,6%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Danau Limboto dalam menghadapi bencana banjir di Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya.</p>Nurhanisa SalihiPipin YunusArifin UmarAndi Safutra Suraya
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122122310.56186/jkkb.294Occupational Drawing Therapy Dalam Menurunkan Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Gangguan Jiwa
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/307
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Halusinasi pendengaran merupakan kesalahan dalam mempersepsikan suara yang didengar oleh orang dengan gangguan jiwa dan memerlukan pendekatan terapi komprehensif, termasuk intervensi nonfarmakologis. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">terapi menggambar okupasi</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">terapi gambar okupasi</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> terhadap gejala halusinasi pendengaran pasien di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo. Metode penelitian menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">quasi eksperimen</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">one group pretest-posttest</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">purposive sampling.</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Auditory Hallucination Rating Scale</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (AHRS) dan lembar observasi tanda dan gejala halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">terapi okupasi menggambar</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , 44,4% responden mengalami halusinasi sedang, 44,4% responden mengalami halusinasi berat, 11,2% responden mengalami halusinasi sangat berat. Setelah diberikan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">terapi okupasi menggambar</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , 27,8% responden mengalami halusinasi ringan, 66,7% responden mengalami halusinasi sedang, 5,6% responden mengalami halusinasi sangat berat. Uji </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Wilcoxon Signed Rank Test</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> menunjukkan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> 0,001 < a = 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh gejala </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">okupasi drawing Therapy</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> terhadap pasien halusinasi pendengaran di wilayah kerja puskesmas kota tengah, kota Gorontalo. Kesimpulan penelitian ini, intervensi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">okupasi terapi gambar</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> efektif dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran sehingga perlu dipertimbangkan untuk dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas perawatan penutup dan pemulihan pasien dengan gangguan halusinasi pendengaran.</span></span></p>Revalina AbayNur Uyuun I. BiahimoPipin YunusSetiawan Setiawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122243810.56186/jkkb.307Korelasi Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Mental Remaja
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/315
<p>Perkembangan mental yang sehat akan menciptakan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial yang komprehensif. Namun perkembangan mental dapat terganggu oleh beberapa faktor internal maupun eksternal, dimana salah satu faktor utamanya yaitu pola asuh orang tua yang akan membentuk perkembangan mental seorang anak dengan gaya pengasuhan yang diberikan oleh orang tuanya masing-masing. Maka dari itu, tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan mental pada remaja.</p> <p>Metode dalam artikel ilmiah ini analitik deskriptif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Adapun populasinya sebanyak 357 remaja dengan jumlah sampel 78 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik <em>propotional random sampling</em>. Instrumen artikel ilmiah ini menggunakan lembar kuesioner <em>Parental Bonding Instrument </em>(PBI) dan <em>Mental Health Inventory </em>(MHI-38) dengan cara ukur angket. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik <em>chi-square. </em>Berdasarkan hasil analisa univariat menunjukan sebanyak 35 (44.9%) responden dengan pola asuh orang tua otoriter, dan sebanyak 55 (70.5%) responden memiliki perkembangan mental yang kurang baik. Hasil analisa bivariat menunjukan nilai p <em>value</em> sebesar 0.000 < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan mental pada remaja di Desa Kertasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka Tahun 2025. Penyuluhan kesehatan perlu diberikan kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan pola asuh orang tua yang tepat untuk mencegah terjadinya risiko gangguan perkembangan mental pada remaja.</p>Asiah AsiahDella AyudiaHerlinawati Herlinawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122394810.56186/jkkb.315Latihan Yoga Menurunkan Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/285
<p>Berdasarkan data <em>World Health Organization </em>(WHO) tahun 2020, tercatat sebanyak 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenorea, dengan 10-16% menderita dismenorea berat. Sebagian besar remaja memilih membiarkan nyeri atau menggunakan obat pereda nyeri, padahal penggunaan obat secara berulang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri kelas XI di SMAN 7 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental one group pretest–posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil frekuensi intensitas nyeri haid sebelum dilakukan yoga sebagian besar responden (69,6%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 4-6 atau nyeri sedang, setelah dilakukan yoga sebagian besar responden (87,0%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 1-3 atau nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan yoga terhadap penurunan nyeri dismenore. Dapat disimpulkan bahwa yoga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Yoga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah dilakukan untuk membantu remaja mengelola nyeri menstruasi. Disarankan kepada pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai manfaat yoga sebagai bagian dari promosi kesehatan remaja.</p>Imelda Puspita Aprilia SariDilgu MeriArya RamadiaAhmad Redho
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122495610.56186/jkkb.285Studi Cross-Sectional: Jogging Berpengaruh Terhadap Siklus Menstruasi pada Wanita usia Subur
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/304
<p>Aspek penting dalam mengevaluasi fungsi kesehatan reproduksi adalah siklus menstruasi yang terjadi secara fisiologis setiap bulan. Pemilhan olahraga yang banyak diminati Wanita usia subur (WUS) adalah senam aerobic. Namun kadang sering menimbulkan kelelahan dan gangguan siklus menstruasi karena dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Salah satu upaya untuk menstabilkan siklus menstruasi dapat dipilih olahraga dengan intensitas rendah yaitu jogging. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh jogging terhadap siklus menstruasi pada WUS. Metode menggunakan pendekatan cros sectional pada WUS usia 20-40 tahun sebanyak 40 orang yang dilatih jogging selama 3 bulan dengan frekuensi 3-5 kali/minggu, dan durasi 30-60 menit. Uji analisis data menggunakan chi square untuk melihat hubungan jogging dengan siklus menstruasi dan uji regresi logistic multinomial untuk melihat kekuatan pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jogging mempunyai hubungan bermakna terhadap siklus menstruasi p=0,028 (p< 0,05) dan wanita yang melakukan aktivitas fisik secara rutin cenderung memiliki siklus menstruasi yang normal dibandingkan dengan wanita yang tidak teratur melakukan jogging dengan resiko 2,3 kali mengalami oligomenore dan 2,75 kali mengalami polimenore (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik yang teratur dengan intensitas rendah dapat membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga siklus menstruasi menjadi lebih teratur.</p>Sri WahyuniNaomi Parmila Hesti Savitri
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122576910.56186/jkkb.304Edukasi Audiovisual Personal Hygiene Saat Menstruasi Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Pruritus Vulva Pada Remaja Putri
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/310
<p>Pruritus vulva merupakan iritasi genetalia yang ditandai dengan rasa gatal pada area vulva, yang dapat dicegah melalui penerapan personal hygiene, khususnya saat menstruasi. Edukasi kesehatan berbasis audiovisual dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 52 siswi kelas VII dan VIII di SMP 17.1 Gedong Tataan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis dengan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan melalui audiovisual tentang personal hygiene dalam pencegahan pruritus vulva saat menstruasi. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang adalah 43 responden (83%), cukup 6 responden (11,5%), baik 3 responden (5,77%), dengan nilai rata-rata keseluruhan 49,13 dan setelah edukasi pengetahuan meningkat menjadi baik adalah 47 responden (90,4%), cukup 5 responden (9,6%) dengan nilai rata- rata keseluruhan 84,80 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penggunaan media audiovisual dalam edukasi kesehatan melalui penelitian kuantitatif dengan jumlah responden yang lebih besar dan bervariasi.</p>Feni Elda FitriJihan Tri RizkyNurhayati
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122707710.56186/jkkb.310Implementasi Pemberian Jus Nanas ( Ananas Comosus) Untuk Menurunkan Nyeri Akut Pada Gout Arthritis
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/348
<table width="605"> <tbody> <tr> <td width="605"> <p><em>Gout arthritis</em> merupakan penyakit inflamasi sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat yang ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan keterbatasan gerak sendi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi gout arthritis di Indonesia sebesar 11,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Tengah mencapai 6,78%. Nyeri akut merupakan masalah keperawatan utama pada pasien <em>gout arthritis</em> yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup pasien. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri akut adalah pemberian jus nanas. Buah nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada penderita <em>gout arthritis</em>. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 2 responden laki-laki berusia 46 tahun dan 53 tahun yang mengalami <em>gout arthritis</em> dengan masalah keperawatan nyeri akut. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan kadar asam urat >7 mg/dl, mengalami nyeri sedang berdasarkan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS), dan bersedia menjadi responden. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus nanas sebanyak 200 ml sekali sehari setelah makan selama 7 hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan kadar asam urat, dan pengukuran skala nyeri menggunakan NRS. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat dan skala nyeri pada kedua responden setelah pemberian jus nanas selama 7 hari. Responden pertama mengalami penurunan kadar asam urat dari 8,9 mg/dl menjadi 7 mg/dl dan skala nyeri dari 5 menjadi 2, sedangkan responden kedua dari 8,3 mg/dl menjadi 6,9 mg/dl dan skala nyeri dari 6 menjadi 1. Pemberian jus nanas efektif menurunkan kadar asam urat dan memperbaiki nyeri akut pada penderita <em>gout arthritis</em>.</p> </td> </tr> <tr> <td width="605"> </td> </tr> </tbody> </table>Niken Ayu SuwandiTri Suraning WulandariParmilah Parmilah
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-2212210.56186/jkkb.348Pemberian Kompres Bawang Merah Efektif Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia Gout Arthtritis
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/330
<p>Arthritis gout merupakan peradangan pada sendi akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah yang ditandai dengan nyeri sendi, sehingga dapat mengganggu aktivitas penderita, prevalensi asam urat meningkat drastis pada lansia di populasi global, kondisi ini sangat umum terjadi pada lansia karna adanya penurunan fungsi tubuh pada lansia. <strong>Tujuan</strong>: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia gout arthritis di UPT PSTW di Pekanbaru. <strong>Metode</strong>: penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 pasien gout arthritis dengan nyeri sendi dengan menggunakan teknik total sampling. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon signed Rank Test didapatkan nilai median pre test 2,00 dan post test 1,00 dengan p-value 0,001 < 0,05 memiliki arti bahwa hipotesis nol ditolak. Kesimpulan: bahwa terdapat pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap nyeri sendi pada lansia gout arthritis. Disarankan pada lansia untuk melakukan kompres bawang merah untuk nyeri sendi.</p>Lidya Ananta SeptiandariSuci AminTengku Isni Yuli LestariRahmaniza Rahmaniza
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-22122879610.56186/jkkb.330Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang PMT Berbasis Pangan Lokal Menurunkan Kejadian Stunting Pada Anak Balita
https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/308
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat pada anak balita. Salah satu upaya penanggulangannya dilakukan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh pengetahuan kader kesehatan dalam pelaksanaan dan pemantauan konsumsi PMT di posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri atas 27 kader kesehatan dan petugas gizi yang terlibat dalam program PMT berbasis pangan lokal dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader kesehatan dan lembar observasi kejadian stunting pada anak balita berdasarkan pengukuran TB/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader kesehatan tentang pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 11 responden (40,7%), kategori cukup sebanyak 9 responden (33,3%), dan kategori kurang sebanyak 7 responden (25,9%) dan hasil Kejadian Stunting anak kategori tidak stunting sebanyak 15 responden (56,6%) dan Kejadian Stunting anak kategori stunting sebanyak 12 responden (44,4%). Hasil Uji Statistik Korelasi Spearman Rank diperoleh nilai signifikansi p= 0,004 (< 0,05) dengan arah korelasi positif (+) menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal, maka semakin rendah risiko terjadinya stunting. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program PMT berbasis pangan lokal sebagai salah satu upaya penurunan kejadian stunting pada anak balita.</span></span></p>Sitty Mifthayani MaarufZuriati MohamadHarismayanti HarismayantiFahmi A. Lihu
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-07-222026-07-221229710510.56186/jkkb.308