<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://journal.akperkbn.com/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-06-12T06:49:06Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/2</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T14:57:56Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Setyawati, Erni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ibu menyusui</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nutrisi ibu menyusui</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Untuk mencapai serta memelihara kesehatan dan status gizi optimal, tubuh perlu mengkonsumsi makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi seimbang. Berdasarkan survey yang dilakukan, dari ketujuh ibu menyusui tersebut empat kurang mengetahui tentang kebutuhan nutrisi ibu menyusui, menurut mereka nutrisi yang dapat memperlancar produksi ASI adalah makan sayuran seperti daun pepaya. Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang nutrisi ibu menyusui. Metode : Metode menggunakan survey cross sectional, populasi penelitian ini adalah adalah seluruh ibu menyusui di Desa Mangunrejo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang yang berjumlah 70 orang. Hasil : Pengetahuan ibu menyusui tentang pengertian pengertian nutrisi termasuk dalam kategori kurang (64%), pengetahuan ibu menyusui tentang fungsi nutrisi termasuk dalam kategori rendah (50%), pengetahuan ibu menyusui tentang faktor yang mempengaruhi nutrisi termasuk dalam kategori rendah (57%), pengetahuan ibu menyusui tentang status nutrisi terhadap kualitas ASI termasuk dalam kategori rendah (59%), pengetahuan ibu menyusui tentang status nutrisi ibu menyusui termasuk dalam kategori rendah (63%), pengetahuan ibu menyusui tentang syarat-syarat makanan bagi ibu menyusui termasuk dalam kategori rendah (63%), Simpulan : pengetahuan ibu menyusui tentang kebutuhan nutrisi ibu menyusui termasuk dalam kategori rendah (49%).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/2</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 1 No. 1 (2015); 1-6</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/2/1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/3</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T14:59:00Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dukungan Keluarga Terhadap Gejala Kekambuhan Pasien Gangguan Jiwa yang Berobat Jalan</dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>S., Anedha P.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dukungan keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kekambuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pasien gangguan jiwa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Pasien jiwa sering mengalami kekambuhan. Hal ini disebabkan karena pengobatan yang terhenti dan peran serta keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa. Fenomena ini dapat dilihat dari banyaknya pasien gangguan jiwa yang sudah sembuh dan dipulangkan untuk perawatan di rumah kembali lagi atau yang sering disebut sebagai kekambuhan. Tujuan : untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan tingkat gejala kekambuhan pasien gangguan jiwa yang berobat jalan di Poliklinik RSJ. Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan menggunakan desain penelitan studi korelasional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Penelitian ini menggunakan metode total insidental dengan jumlah sampel 30 responden. Tehnik pengumpulan data di peroleh dengan cara pengisian kuesioner. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan rumus Korelasi Kendall Tau. Hasil : Lebih dari separuh keluarga penderita gangguan jiwa memberikan dukungan pada tingkat sedang, tingkat gejala kekambuhan yang dialami oleh pasien gangguan jiwa sebagian besar mengalami tingkat gejala kekambuhan sedang. Simpulan : terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap tingkat gejala kekambuhan pasien gangguan jiwa yang berobat jalan di Poliklinik RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/3</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 1 No. 1 (2015); 7-11</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/3/2</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/4</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T14:59:54Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Miftakhul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASI Eksklusif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kegagalan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ibu menyusui</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Setiap 7 menit bayi meninggal dan sekitar 30 ribu kematian anak balita di Indonesia setiap tahunnya. Masalah tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sejak kelahiran bayi. Sekitar 14% bayi di Indonesia yang disusui secara eksklusif oleh ibunya hingga usia 4 bulan sehingga masalah kematian bayi timbul. Tujuan: Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu–ibu yang mempunyai balita di RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Metode: Jenis penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif korelasi. Sampel penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai anak dibawah 5 tahun atau balita di RW 03 Desa Rejosari yang berjumlah 30 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI ekslusif, variabel terikatnya adalah kegagalan pemberian ASI ekslusif. Analisa data mengunakan uji Chi Square. Hasil: Bahwa tingkat pengetahuan ibu, penyakit ibu, pekerjaan ibu, persepsi ibu, bayi sakit dan bayi kembar bukan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ASI ekslusif di Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat Temanggung. Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu, penyakit ibu, pekerjaan ibu, persepsi ibu, bayi sakit dan bayi kembar dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ASI eksklusif.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/4</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 1 No. 1 (2015); 12-17</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/4/3</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/5</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T15:00:33Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberian Teh Hijau Terhadap Kadar Kolesterol Total Mencit Jantan yang Diberi Diit Tinggi Lemak</dc:title>
	<dc:creator>Ekanto, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Silvyana, Yunita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">teh hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kolesterol total</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol total dalam darah menjadi faktor risiko utama Penyakit Jantung Koroner. Teh hijau memiliki antioksidan alami yang disebut polifenol terdiri dari katekin dan flavonoid. Flavonoid dalam teh membantu menjaga kelenturan pembuluh darah, mencegah dan mengobati pengentalan darah, dan mencegah oksidasi kolesterol LDL. Tujuan : mengetahui pemberian teh hijau terhadap kadar kolesterol total mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak. Metode Penelitian : Mencit jantan sebanyak 9 ekor dibagi tiga kelompok. Kelompok A tidak diberi diit tinggi lemak. Kelompok B diberi diit tinggi lemak. Kelompok C diberi diit tinggi lemak dan minum teh hijau. Dosis setiap minum 0,52 cc teh hijau. Perlakuan diberikan selama 28 hari dengan cara disonde. Kadar kolesterol total diukur setelah diberi perlakuan dengan alat GCU. Hasil : rerata kadar kolesterol total kelompok A yaitu 116,33 mg/dl, kelompok B 201 mg/dl, dan kelompok C 142 mg/dl. Hal ini menunjukkan kadar kolesterol total mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak dan teh hijau tidak naik setinggi kadar kolesterol total mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak saja. Simpulan: pemberian teh hijau pada mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak dapat mencegah kenaikan kadar kolesterol total


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/5</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 1 No. 1 (2015); 18-24</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/5/4</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/6</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T15:01:01Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberian Mentimun Terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik pada Wanita Lansia Hipertensi</dc:title>
	<dc:creator>Ekanto, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Istiqomah, Istiqomah</dc:creator>
	<dc:creator>Anisa, Ulfayatun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mentimun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">systole diastole</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : WHO menyatakan hipertensi merupakan silent killer. Resiko hipertensi semakin meningkat pada usia 50 tahun keatas. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di Negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025 yang didasarkan pada angka penderita hipertensi. Pengobatan hipertensi harus dilakukan secara berkesinambungan dan membutuhkan biaya yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan hipertensi yang murah, aman, mudah didapat dan alamiah salah satunya dengan herbal mentimun. Tujuan : menganalisa pemberian mentimun terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada wanita lansia hipertensi. Metode : diuji 11 wanita lansia hipertensi dan mengukur tekanan darah sebelum dan 24 jam sesudah diberi jus mentimun 200 gram pagi dan malam hari. Hasil : tekanan darah sistolik setelah minum jus mentimun adalah 136, 82 mmHg (±9,816mmHg), lebih rendah dari tekanan darah sistolik sebelum minum jus mentimun adalah 167, 27 mmHg (± 6,068 mmHg) dengan p &amp;lt; 0,01. Diastolik tekanan darah setelah minum jus mentimun adalah 87,73 mmHg (± 6,068 mmHg), lebih rendah dari tekanan darah diastolik sebelum minum jus mentimun adalah 99,09 mmHg (± 5,839 mmHg). Simpulan : 400 gr jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada wanita lansia hipertensi.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/6</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 1 No. 1 (2015); 25-31</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/6/5</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/7</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:00:21Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kompres Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Dismenore</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Amanda Kartika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dismenore</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kompres hangat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat nyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Sebagian besar wanita setiap bulan mengalami menstruasi dan merasakan nyeri (dismenore). Gejala yang muncul seperti rasa tidak enak di perut bawah disertai mual, muntah dan pusing, sehingga memaksa wanita untuk istirahat atau meninggalkan kegiatan. Penatalaksanaan dismenore dengan menggunakan terapi farmakologis dan non farmakologis. Kompres hangat merupakan tindakan non farmakologis untuk meningkatkan relaksasi oto dan mengurangi nyeri akibat spasme. Kompres dilakukan secara periodik akan terjadi vasodilatas, peningkatan sirkulasi darah dan peningkatan tekanan kapiler, aktivitas sel meningkat dan mengurangi ketegangan otot sehingga dapat menurunkan nyeri. Tujuan : mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap tingkat nyeri dismenore. Metode : studi observasi pemberian kompres hangat, sampel penelitian adalah siswi yang mengalami dismenore Kelas X-IV SMA Negeri 1 Bandongan Kabupaten Magelang sejumlah 5 siswi. Hasil : Seluruh siswi Kelas X-IV mengalami dismenore (100%), sebelum dilakukan kompres hangat pada tingkat nyeri sedang (80%), sangat nyeri (20%). Setelah dilakukan kompres hangat, tingkat nyeri menurun menjadi ringan (100%). Simpulan : Kompres hangat dapat menurunkan tingkat nyeri pada dismenore (100%).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 1-6</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/7/6</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/8</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Dependent Care Agency terhadap Status Gizi Anak Toddler </dc:title>
	<dc:creator>Perdani, Zulia Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Sudargo, Toto</dc:creator>
	<dc:creator>Lusmilasari, Lely</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dependent care agency</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">status gizi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Asupan nutrisi yang adekuat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua mrmpunyau peran dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan anaknya yang masih dalam pengasuhan termasuk dalam upaya pemenuhan nutrisi. Kemampuan orang tua untuk melakukan praktik (Dependent Care Agency) akan mempengaruhi praktik pemberian makan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan DCA orang tua terhadap status gizi anak toddler. Metode: penelitian deskriptif analitik dengan rancangan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukasari Kota Tangerang dengan jumlah sampel 198 sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan unit posyandu kemudian dilanjutkan dengan teknik purposive sampling untuk orang tua anak yang berada di wilayah posyandu terpilih. Data dianalisa dengan Kruskall Wallis test. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DCA pada orang tua tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelompok status gizi anak kurus, normal dan gemuk (p&amp;gt;0,05). Diskusi: kemampuan orang tua anak yg gemuk cenderung kurang optimal pada aspek menyediakan makanan yang seimbang, menyediakan lingkungan makan dan meningkatkan perilaku makan anak. Penelitian selanjutnya dapat mengindetifikasi factor lain yang mempengaruhi status gizi pada anak.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/8/7</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/9</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:01:07Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Ibu Anak Usia 4-6 Tahun Tentang Terapi Bermain di Taman Kanak-Kanak</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Yustina Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ibu dan anak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">terapi bermain</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Menurut hasil observasi yang dilakukan pada 10 ibu dari 36 ibu yang mempunyai anak usia 4-6 tahun di TK Bhayangkari 80 Magelang menyatakan bahwa para ibu belum mengerti tentang pentingnya terapi bermain bagi anak, dibuktikan dengan terdapat kurang lebih 14 anak (38,8%) dari 36 murid di TK tersebut yang belum mampu lebih berkreasi dan berkreativitas. Tujuan : mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu anak Usia 4-6 Tahun tentang terapi bermain di Taman Kanak- Kanak. Desain penelitian : penelitian deskriptif, Metode : metode survey, Populasi : seluruh ibu yang mempunyai anak yang bersekolah di TK Bhayangkari 80 Magelang sebanyak 36 ibu total murid, Sampel : 36 responden atau 100%. Analisa Data : Analisa Deskriptif Frekuensi, Hasil : proporsi tingkat pengetahuan tentang pengertian bermain sejumlah 3 ibu (8,33%) belum mengetahui pengertian bermain, proporsi klasifikasi bermain yang kurang sebanyak 4 ibu (11,11%) dan rendah sebanyak 1 ibu (2,78%), proporsi pengetahuan kaidah permainan kurang 3 ibu (8,33%), dan rendah 1 ibu (2,78%), serta proporsi pengetahuan manfaat yang kurang 5 ibu (13,89%), dan rendah 2 ibu (5,56%). Simpulan: hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu anak usia 4-6 tahun tentang terapi bermain baik sebanyak 77,85% artinya responden sudah mengetahui tentang pentingnya terapi bermain pada anak usia 4-6 tahun di TK Bhayangkari 80 Ganten Jurangombo Selatan Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang, masih ditemukannya nilai kurang bahkan rendah karena menurut karakteristik ibu masih berusia muda dan belum banyak informasi tentang terapi bermain.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 7-13</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/9/8</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/10</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 1-3 Bulan </dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Permatasari, Maya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Berat badan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pijat bayi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">usia 1-3 bulan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktifitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya, akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi, selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI. Perbedaan pijat tradisional hanya ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan kadang disertai dengan jamu sedangkan, pijat modern adalah terapi sehat tanpa jamu atau obat apapun. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi usia 1-3 tahun. Metode: penelitian eksperimen,dengan desain penelitian post control group desain. melibatkan 12 bayi di desa Jambewangi, Magelang. Sampel bayi usia 1-3 bulan yang hanya diberi ASI. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa timbangan bayi merk One Med. Teknik analisis data t-Test. Simpulan: Secara keseluruhan rata-rata berat badan bayi yang dipijat dalam 28 hari naik 5616,67 gram dan yang tidak dipijat secara rutin kenaikkan berat badannya 4866,67 gram.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 10-16</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/10/9</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/11</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:01:38Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Lama Dirawat dengan Keadaan Harga Diri Pasien Skizofrenia</dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Astriyanto, Rudi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lama dirawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">harga diri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">skizofrenia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Gangguan mental termasuk didalamnya skizofrenia merupakan gangguan yang sering mengalami serangan mental berulang dengan gejala-gejala yang khas yaitu kemunduran fungsi sosial, fungsi akademik maupun okupasi yang akan berdampak pada penurunan harga diri klien. Faktor lama dirawat di rumah sakit memunculkan bagi klien untuk melaksanakan tugas perkembangannya bahkan sering menumbuhkan perasaan terbuang yang pada akhirnya muncul harga diri rendah yang kronis. Tujuan : untuk mengetahui hubungan lama pasien di rawat di rumah sakit dengan keadaan harga diri klien. Metode : penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional yang melibatkan 383 pasien skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, dan sampel yang digunakan sebesar 184 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara lama dirawat dengan keadaan harga diri pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dengan p value (≤0,05) dan nilai korelasi pearson yaitu 14,628. Simpulan : seyogyanya dilakukan peningkatan kualitas dan frekuensi pelaksanaan tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan harga diri melalui kegiatan terapi aktivitas kelompok, terapi kognitif dan interaksi komunikasi terapeutik.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 14-21</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/11/10</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/12</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Persepsi Mahasiswa Tentang Umpan Balik pada Laporan Kasus yang Kondusif dalam Mencapai Nilai Akhir Mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah Kompetensi II </dc:title>
	<dc:creator>Parmilah, Parmilah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persepsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Umpan balik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nilai Akhir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Nilai akhir mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Kompetensi II dipengaruhi oleh kualitas laporan asuhan keperawatan yang dibuat oleh mahasiswa. Untuk meningkatkan pencapaian nilai laporan praktik klinik mahasiswa diberikan bimbingan dalam menyusun laporan praktik klinik melalui pemberian umpan balik pada laporan tersebut. Umpan balik yang diberikan pada laporan praktik dapat tertulis pada laporan praktik ataupun lisan pada saat mahasiswa konsultasi laporan, baik tidaknya kualitan laporan mahasiswa tergantung pada persepsi mahasiswa terhadap umpan balik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap umpan balik pada laporan dengan nilai akhir mahasiswa pada Mata Kuliah KMB Kompetensi II. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan tanggal 8 sampai dengan 19 Juni 2015. Responden penelitian sebanyak 55 mahasiswa yang ditentukan secara acak dengan jumlah sampel sejumlah 30 mahasiswa. Pengumpulan data dengan kuesioner dengan metode analisa data univariat dan bivariat menggunakan rumus Pearson’s Product Moment Coefisien. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai akhir mahasiswa pada Mata Kuliah KMB Kompetensi II 76,7 % sangat memuaskan, persepsi mahasiswa terhadap umpan balik 53,4 mahasiswa merasa senang dan termotivasi dan 46,7% mahasiswa menjadikan umpan balik tersebut sebagai dasar untuk memperbaiki laporannya. Terdapat hubungan yang tinggi antara persepsi mahasiswa tentang umban balik yang kondusif dalam mencapai nilai akhir dengan nilai akhir mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Kompetensi II dengan koefisien korelasi sebesar 0,60. Rekomendasi : Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas bimbingan pada mahasiswa praktik melalui peningkatan berbagai faktor yang mempengaruhi nilai akhir praktik khususnya dalam peningkatan kualitas laporan asuhan keperawatan sehingga akan tercapai nilai akhir mata kuliah praktik klinik. Disamping itu perlu juga diteliti tentang apakah ada faktor lain selain persepsi mahasiswa terhadap umpan balik yang mempengaruhi kualitas laporan mahasiswa.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 17-28</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/13</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:02:04Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian ISPA pada Balita</dc:title>
	<dc:creator>Sutrisna, Nandang</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Nuniek Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kejadian ISPA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PHBS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Usia Balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. di Puskesmas Rajagaluh kasus ISPA tahun sebanyak 559 yang menjadi peringkat pertama. Tujuan adalah untuk mengetahui hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dengan kejadian ISPA di Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh yaitu sebanyak 559 balita. Teknik pengambilan sampel accidental sampling, di dapatkan sampel 83 responden. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan α = (0,05). Hasil penelitian menunjukkan kurang dari setengah responden (32,5%) balita mengalami ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka tahun. Kurang dari setengah responden (41,0%) keluarga dengan rumah tangga tidak sehat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Ada hubungan antara PHBS dengan kejadian ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka, sehingga hipotesis penelitian terbukti dengan nilai p value 0,000 maka nilai p &amp;lt; 0,05. Saran ditunjukan bagi petugas kesehatan agar lebih aktif lagi dalam memberikan informasi bagi masyarakat tentang gizi yang baik dan pencegahan ISPA dan sebagai bahan pertimbangan dalam membentuk program kebijakan Program Penanggulangan (P2) ISPA.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 22-27</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/13/12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/14</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui yang Mempunyai Anak Pertama Usia 0-6 Bulan Tentang ASI Ekslusif</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Falah, Amrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASI eksklusif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ibu menyusui</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan : Cakupan pemberian ASI eksklusif di Jawa Tengah berdasarkan Profil Kesehatan pada Tahun 2016 hanya 28,08%, di Kabupaten Magelang sendiri juga cakupan ASI eksklusif sangat rendah sekitar 11,74% dan ini masih jauh dari cakupan nasional sebesar 80%. ASI eksklusif merupakan makanan yang paling sempurna dimana kandungan gizi sesuai kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan optimal. ASI mengandung zat untuk kecerdasan, zat kekebalan dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu. Pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, namun kenyataannya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif masih sangat kurang. Ibu sering memberikan makanan tambahan pada bayi yang berumur beberapa minggu seperti pisang atau nasi yang dihaluskan. Dengan diketahuinya tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif, maka dapat dilakukan penatalaksanaan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Tujuan: mengetahui tingkat pengetahuan ibu menyusui yang mempunyai anak pertama usia 0-6 bulan tentang ASI eksklusif. Metode: studi survey yang dilakukan pada ibu menyusui yang mempunyai anak pertama usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Borobudur Kabupaten Magelang. Hasil: Responden sejumlah 73 orang didapatkan hasil pengetahuan ibu menyusui tentang pengertian ASI eksklusif yang pengetahuan baik 28,78%, pengetahuan sedang 54,80% dan pengetahuan kurang 16,42%. Pengetahuan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif yang pengetahuan baik 23,29%, pengetahuan sedang 41,10%, pengetahuan kurang 35,61%. Pengetahuan tentang komposisi ASI eksklusif yang pengetahuan baik 2,73%, pengetahuan sedang 15,07% dan pengetahuan kurang 82,20%. Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu menyusui yang mempunyai anak pertama usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Borobudur yang pengetahuan baik 18,27%, pengetahuan sedang 36,99% dan pengetahuan kurang 44,74%.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 29-34</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/14/11</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/15</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dukungan Sosial Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III</dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Dewi Kartika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">AKI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">trimester III</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Angka kematian ibu (AKI) hamil, bersalin, 42 hari paska persalinan di Indonesia masih tinggi, penyebab tingginya AKI di Indonesia adalah kurang perhatiannya keluarga terutama peran serta suami selama ibu hamil, padahal peran suami sangat berperan untuk membantu menenangkan kondisi fisik maupun psikis seorang istri. Kesehatan wanita juga sangat dipngaruhi oleh status mental kejiwaanya, oleh karena itu kesehatan jiwa perlu mendapatkan perhatian, suatu kenyataan bahwa lebih banyak wanita yang lebih cepat bereaksi terhadap kondisi yang menimbulkan stress dan gangguan jiwa dibanding pria. Gangguan kesehatan jiwa yang dialami wanita pada usia reproduksi sering berhubungan dengan perannya sebagai isteri, ibu dan pekerja. Tujuan Publikasi : hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Windusari Kabupaten Magelang. Merode : Deskriptif Asosiasi, cross sectional, besar sampel sebesar 30 responden. Hasil: Hasil uji statistik korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r = 0,494) dengan taraf signifikansi (α = 0,006), berarti Ho ditolak (α &amp;lt; 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikans antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Windusari. Simpulan: Nilai r = 0,494 menunjukkan tingkat korelasi tidak rendah, sehingga semakin rendah dukungan sosial keluarga akan semakin tinggi tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Windusari, dan semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka semakin rendah tingkat kecemasan ibu hamil trimester III.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 35-41</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/15/14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/16</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:02:25Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi Balita</dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Setyono, Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">status gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sosial ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi yang banyak ditemukan pada masa balita di Kecamatan Secang. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat masa balita adalah masa yang rawan terjadi penyakityang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi balita diantaranya adalah keadaan sosial ekonomi keluarga balita. Tujuan : penelitian untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita. Metode : penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi balita di Desa Grogolan sebanyak 30 anak, dan sampel yang digunakan sampel total. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur untuk mengetahui sosial ekonomi keluarga dan penimbangan berat badan balita untuk mengetahui status gizi balita. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa balita gizi baik sebanyak 96,7%, gizi kurang gizi buruk sebanyak 3,3%, keluarga status ekonomi rendah 43,3%, status ekonomi tinggi 56,7%; ibu berpendidikan SD-SMP sebesar 56,7% , SMA-Perguruan Tinggi 43,3%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara status ekonomi tidak ada hubungan bermakna dengan status gizi balita ( Fisher Exact Test nilai p : 0.433 &amp;gt; 0.05), tingkat pendidikan ibu tidak ada hubungan bermakna dengan status gizi balita (Fisher Exact Test nilai p : 1.000 &amp;gt; 0.05).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 26-33</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/16/13</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/17</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Kelas II, III dan IV Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut di Sekolah Dasar </dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Sunaryadi, Sunaryadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebersihan gigi dan mulut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan : Kebersihan gigi dan mulut pada anak-anak merupakan faktor penting yang harus diperhatikan sedini mungkin, sebab kerusakan gigi yang terjadi pada usia anak-anak, dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi pada usia selanjutnya. Masalah kebersihan gigi dan mulut bersifat agresif kumulatif artinya daerah yang rusak tidak dapat disembuhkan, karena pada awal mengalami masalah cenderung mengabaikan sakit yang ditimbulkan. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar tentang kebersihan gigi dan mulut di SD Negeri 1 Jambewangi Kabupaten Magelang Metode: Jenis penelitian survey dengan metode deskriptif analitis yang melibatkan 90 siswa kelas II, III dan IV SD Negeri 1 Jambewangi Kabupaten Magelang. Hasil: Pengetahuan siswa tentang fungsi gigi dengan kategori baik sebanyak 25%, cukup sebanyak 22,5%, kurang sebanyak 52,5%. Pengetahuan siswa tentang penyebab kerusakan gigi dengan kategori baik sebanyak 27,5%, kategori cukup sebanyak 40%, 22,5% kategori kurang dan 10% kategori rendah. Pengetahuan siswa tentang pencegahan kerusakan gigi yang mempunyai kategori baik sebanyak 25%, kategori cukup sebanyak 42,5%, 27,5% kategori kurang dan 5% kategori rendah. Pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang benar yang mempunyai kategori baik sebanyak 27,5 %, kategori cukup sebanyak 57,5%, kategori rendah sebanyak 10% dan kategori kurang 5%. Simpulan: Pengetahuan siswa tentang fungsi gigi 52,5% mempunyai kategori kurang, pengetahuan siswa tentang penyebab kerusakan gigi 10% kategori rendah; pengetahuan siswa tentang pencegahan kerusakan gigi 27,5% mempunyai kategori kurang; pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang benar sebanyak 10 %.kategori rendah.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 42-49</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/17/15</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/18</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:02:46Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Manajemen Program Praktik Laboratorium untuk Peningkatan Ketrampilan Keperawatan Mahasiswa</dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Kesumaningdyah Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keperawatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">praktik keterampilan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">

Latar Belakang : mewujudkan perawat yang handal dan mandiri perlu diupayakan melaksanakan prinsip menejemen pendidikan di perguruan yang konsisten terpadu dan fleksibel, karena didalam Institusi pendidikan terdapat unsur-unsur yang berkaitan erat saling mempengaruhi dan memberi dukungan satu dengan yang lain secara tertsruktur, walaupun dunia pendidikan di Indonsia masih terdapat beberapa kelemahan mendasar pada pelaksanaannya, antara lain bidang menejemen yang mencakup dimensi proses seperti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi belum dilakukan prosedur kerja yang ketat. Tujuan : (1) manajemen program praktik keterampilan Keperawatan di Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan/evaluasi yang dilaksanakan di laboratorium (2) kendala yang menghambat program praktik keterampilan dalam peningkatan ketrampilan keperawatan. Dilaksanakan selama enam bulan dari Mei– November 2014. Metode : pendekatan kualitiatif menurut Miles and Huberman, alat dan bahan : instrumen. Sumber data : dosen pembimbing, petugas laboratorium dan mahasiswa. Teknik pengumpulan data : metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil : Perencanaan di Akper KBN sesuai dengan prinsip menejemen, dilakukan pengelompokan tugas, tanggung jawab, dan kewenangan dengan proses kerjasama serta menciptakan suasana kerja yang baik, adanya perencanaan yang terjadwal baik waktu dan jumlah mahasiswa yang harus berkunjung di laboratorium dalam Kampus, Peningkatan/penguasaan ketrampilan para mahasiswa dilakukan dengan monitoring pada tiap semester. Simpulan : Akper KBN Magelang dalam meningkatkan ketrampilan mahasiwa, melaksanakan program praktik dilaboratorium secara maksimal dengan berpedoman pada prinsip manajemen yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan/evaluasimoleh tim penjamin mutu internal. Hasil pengawasan tersebut digunakan sebagai dasar dalam penentuan kebijakan dan perencanaan selanjutnya oleh direktur, dosen maupun petugas laboratorium. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya jumlah fasilitas di laboratorium kampus

</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 34-40</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/18/16</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/19</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Quality Assurance untuk Meningkatkan Pelayanan Maternitas – Sebuah Literature Review </dc:title>
	<dc:creator>Kartini, Monica</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">quality assurance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">quality improvement</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">angka kematian ibu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 359 per 100.000 kelahiran hidup, meningkat dari sebelumnya 220 per 100.000 kelahiran hidup (tahun 2010). Sehingga diperlukan upaya-upaya peningkatan kualitas kesehatan guna menurunkan AKI di Indonesia dengan belajar dari negara-negara lain yang telah berhasil. Tujuan: memaparkan reviu literatur mengenai peningkatan kualitas (quality improvement dan quality assurance) bidang pelayanan kesehatan maternal di berbagai negara. Metode: penelusuran literatur melalui database Pubmed, EBSCO, The Cochrane Library, SAGE, Science Direct dan Proquest. Hasil: penelitian dari beberapa negara menunjukkan bahwa dengan penerapan Evidence-based practices (EBP) di bidang maternal dapat menurunkan angka kejadian kelahiran secara Sectio Caesarea (SC), meningkatkan kepuasan pasien dan kualitas pelayanan maternal. Penelitian lain menunjukkan penerapan Continuous Quality Improvement (CQI) dapat meningkatkan patient safety. Kesimpulan: program- program quality improvement bermanfaat positif dalam memenuhi karakteristik kualitas pelayanan kesehatan dan dapat menurunkan AKI dan angka kematian neonatal. Sehingga diperlukan budaya sadar mutu khususnya pada organisasi pelayanan kesehatan dan sikap tenaga kesehatan untuk dapat mewujudkan peningkatan mutu berkelanjutan (CQI).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/19</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 50-57</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/19/17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/20</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:03:05Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberian Air Murni (Pure Water) Beroksigen Tinggi Terhadap Kebugaran</dc:title>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ATP/ADP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebugaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pure water/air murni</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Kebugaran adalah salah satu nilai positif olahraga. Tubuh membutuhkan energi untuk melakukan segala aktivitas, energi diperoleh dari kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi, diantarannya karbohidrat, protein, dan lemak yang semuanya dibantu dengan oksigen untuk membantu Adenosin Tri Phosphate (ATP) yang nantinya ATP menjadi sumber energi utama. Dalam sel tubuh, oksigen bereaksi dengan glukosa yang menghasilkan karbondioksida, H2O dan sejumlah energi yang disimpan dalam bentuk molekul berenergi tinggi yaitu ATP. Ketika tubuh membutuhkan energi, maka molekul ATP akan diubah menjadi Adenosin Di Phospat). Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian pure water beroksigen tinggi terhadap kebugaran pada mahasiswi tingkat 1 Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang. Metode : Jenis penelitian eksperimen murni, pendekatan post test control group design. Sampel 20 mahasiswi dibagi 2 yaitu 10 mahasiswi diberi minum air putih biasa dan 10 mahasiswi minum air putih beroksigen tinggi selama 3 hari, kemudian dites kebugarannya. Hasil : Pada kelompok A yang diberi minum air putih biasa hasil indeks kebugaran jasmani semua dibawah 50, hasil tertinggi 47.73, kelompok B diberi minum pure water hasil indek kebugaran jasmani ada 5 naracoba yang di atas 50, hasil tertinggi 75.76 dan terendah 31.60. Simpulan : pure water beroksigen tinggi dapat meningkatkan kebugaran.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 2 No. 1 (2016); 41-44</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/20/18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/21</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Status Gizi Balita </dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyani, Dwi Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberian makanan tambahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">status gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat terkait dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan mutu gizi yang seimbang. Masalah kekurangan gizi dapat timbul oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang jenis dan mengolah makanan. Untuk meningkatkan pelayanan gizi maka difokuskan pada pemberian makanan tambahan (PMT). Tujuan penulisan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang PMT terhadap status gizi balita. Metode penulisan: Metode diskriptif, penulis melakukan tanya jawab, observasi dan survei dengan kuisioner. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian PMT balita yang mempunyai kategori rendah yaitu 13 responden (65%), tentang jenis PMT yang sesuai dengan umur balita mempunyai kategori cukup 11 responden (55%), tentang manfaat PMT terhadap status gizi balita rendah 8 responden (40%), syarat-syarat PMT mempunyai kategori cukup yaitu sebanyak 11 responden (55%), tingkat pengetahuan ibu balita tentang pengertian status gizi pada balita yang mempunyai kategori kurang yaitu 8 responden (40%). Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian PMT terhadap status gizi balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 1 responden (5%), PMT yang sesuai dengan umur balita yang sesuai umur balita mempunyai kategori baik sebanyak 6 responden (30%), tentang manfaat PMT terhadap status gizi balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 6 responden (30%), tentang syarat-syarat PMT pada balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 6 responden (30%), tentang pengertian status gizi pada balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 2 responden (10%).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 3 No. 1 (2017); 58-64</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/21/19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/22</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:52:47Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Distraksi Mendengarkan Musik Klasik untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Klavikula di Pada Ny. T </dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Ambang Sulisyo</dc:creator>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Distraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">musik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Penderita yang mengalami fraktur biasanya merasakan nyeri. Penatalaksanaan secara nonfarmakologi yang diterapkan yaitu teknik distraksi sesuai dengan SOP pada Ny. T di Ruang Edelweis RS TK. II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Tujuan : Menggambarkan penerapan distraksi mendengarkan musik klasik untuk mengatasi nyeri pada Ny. T yang mengalami nyeri fraktur klavikula. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan seseorang perempuan usia 26 tahun dengan nyeri fraktur klavikula. Instrumen adalah SOP distraksi mendengarkan musik klasik. Hasil : Tindakan distraksi mendengarkan musik klasik dilakukan 2x7 jam selama 10 menit, Ny. T kooperatif, hari pertama menyatakan masih nyeri, setelah dilakukan tindakan hari kedua Ny. T mengatakan nyeri berkurang, lebih nyaman dan tampak rileks. Simpulan : Menunjukan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah menjadi skala nyeri 3, pasien menjadi tenang dan tampak rileks.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 2 (2018); 1-5</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/22/21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/23</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:42:47Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan Ibu yang Memiliki Balita Tentang Peran dan Fungsi Posyandu Terhadap Motivasi Kunjungan di Posyandu</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KLB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">motivasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">posyandu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Masyarakat dengan bimbingan dari petugas kesehatan setempat. Berdasarkan data dari sekretaris kementrian koordinator kesejahteraan rakyat adanya kejadian luar biasa (KLB) pada akhir tahun 2000 seperti penyakit Polio, KEP, Gizi buruk dan lain-lain yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia banyak disebabkan karena kurangnya pemberdayaan memanfaatkan posyandu, padahal dari segi APBN tahun 2006, untuk anggaran kegiatan Posyandu nasional sebesar 491,6 milyar. Pemberdayaan adalah upaya peningkatan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi aktif, berperan aktif, bernegosiasi, mempengaruhi dan mengendalikan kelembagaan masyarakatnya secara bertanggung gugat demi perbaikan kehidupannya. Tujuan : mendiskripsikan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita peran dan fungsi posyandu terhadap motivasi kunjungan di posyandu Dusun Sucen Desa Secang Lor Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Desain penelitian : Deskriptif. Sampel : sebanyak 23 responden. Hasil penelitian : pengetahuan baik tentang peran dan fungsi posyandu sebanyak 20 responden (62,5%), motivasi kunjungan yang tinggi yaitu sebanyak 3 responden (81,2%) dan pengetahuan baik motivasi kunjungan tinggi yaitu 19 responden (59,3%). Simpulan : Tingkat pengetahuan responden tentang peran dan fungsi Posyandu termasuk dalam kategori baik, motivasi kunjungan responden diposyandu dalam kategori tinggi, dan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang peran dan fungsi posyandu baik, motivasi kunjungan termasuk dalam kategori tinggi.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 1 (2018); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/23/20</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/24</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:43:01Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Kebutuhan Nutrisi Terhadap Status Gizi Usia Lanjut </dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Rumiyati, Rumiyati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">status gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">usia lanjut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Upaya pemerintah dalam bidang kesehatan mampu meningkatkan umur harapan hidup, hal tersebut mengakibatkan jumlah usia lanjut bertambah. Tahun 2000 jumlah usia lanjut di Indonesia mencapai 15,8 juta jiwa (7,6%) dan diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 28,28 juta jiwa (11,34%) dari total penduduk berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia per provinsi tahun 2000. Proses menua mempengaruhi masuknya zat gizi kedalam tubuh, salah satu upaya agar kualitas hidup usia lanjut tetap baik dengan mempertahankan status gizinya untuk tetap optimal. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas kebutuhan nutrisi dengan status gizi pada usia lanjut. Metode : Populasi dalam penelitian ini adalah usia lanjut berjumlah 22 orang yang ada di Dusun Kuwang Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Sampel penelitian adalah seluruh total sampel dengan teknik consecutive sampling. Hasil : Hasil analisis Chi square diperoleh hasil x2 = 14,842 dengan probabilitas 0,005 (p &amp;lt; 0,05). Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas kebutuhan nutrisi dengan status gizi di Dusun Kuwang Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Simpulan Ada hubungan antara kualitas kebutuhan nutrisi dengan status gizi usia lanjut.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/24</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 1 (2018); 9-14</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/24/22</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/27</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:52:47Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Senam Nifas Pada Ny. E terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri untuk Mencegah Risiko Perdarahan </dc:title>
	<dc:creator>Pradany, Windy Mega Tjipta Yudha</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nifas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">senam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TFU</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas. Salah satu asuhan untuk memaksimalkan kontraksi uterus pada masa nifas. Penatalaksanaan secara non farmakologis yang di terapkan yaitu teknik senam nifas pada Ny. E di ruang angrek Rs Tk II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Teknik senam nifas dapat diajarkan untuk memaksimalkan senam nifas, guna mempercepat proses involusi uteri. Tujuan : Penulis bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan keadaan ibu, memperlancar pengeluaran lochea dan mempercepat proses involusi uterus dan pemulihan alat kandungan. Metode : Menggunakan asuhan keperawatan dengan studi kasus. Partisipan adalah Ny. E dengan post partum normal yang mengalami resiko perdarahan. Instrument adalah SOP tehnik senam nifas. Hasil : Menunjukkan bahwa setelah dilakukan senam nifas perdarahan mulai berkurang dan tinggi fundus uteri kembali normal. Simpulan : Tinggi fundus uterus sebelum melakukan senam nifas setinggi pusat, setelah melakukan senam nifas selama 2x7 jam menjadi 2 jari dibawah tali pusat.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 2 (2018); 6-14</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/27/24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/28</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:43:14Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Kholifah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Pusphita, Ika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">WUS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Upaya peningkatan status kesehatan melalui pencegahan tetanus neonaturum telah dilaksanakan berjenjang mulai dari pemberian imunisasi DPT pada bayi, pada anak sekolah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah dan pada Wanita Usia Subur termasuk calon pengantin dan ibu hamil yang bertujuan untuk melindungi ibu juga memberikan kekebalan pasif dari ibu ke anak. Tetanus neonaturum dapat dicegah melalui pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) serta perawatan tali pusat yang memenuhi syarat kesehatan. Imunisasi TT seharusnya diperoleh WUS sebanyak lima kali, namun kenyataannya masih belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor perilaku manusia yang ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi masyarakat disamping kesediaan lingkungan fisik dan fasilitas kesehatan. Tujuan : mengetahui tingkat pengetahuan WUS tentang imunisasi TT. Metode : studi survey yang dilakukan pada WUS di Dusun Ngadigunung Desa Windusari Kabupaten Magelang. Hasil : Responden sejumlah 60 orang didapatkan hasil pengetahuan WUS tentang pengertian imunisasi TT yang pengetahuan kurang sejumlah 51,7%. Pengetahuan tentang tujuan pemberian imunisasi TT, yang pengetahuan kurang sebesar 5%. Pengetahuan tentang sasaran didapatkan pengetahuan kurang 60,1%. Pengetahuan tentang jadwal pemberian imunisasi TT yang pengetahuan kurang 40%. Pengetahuan tentang cara pemberian imunisasi didapatkan 26,7% pengetahuan kurang. Pengetahuan tentang efek samping imunisasi TT didapatkan 43,4% pengetahuan kurang. Simpulan: Tingkat pengetahuan WUS tentang imunisasi TT di Dusun Ngadigunung Desa Windusari yang memiliki pengetahuan baik 20%, pengetahuan cukup 41,6% dan pengetahuan kurang 38,4%.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 1 (2018); 15-20</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/28/23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/29</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:43:29Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Samping Kontrasepsi Suntik Depo Medroxy Progesterone Asetat (DMPA) dan Cyclofem pada Akseptor KB Suntik</dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliyanti, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akseptor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cyclofem</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DMPA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">efek</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kontrasepsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kelahiran. Metode KB yang dapat digunakan berupa metode sederhana seperti kondom, spermiside, coitus interuptus, pantang berkala. Metode efektif seperti hormonal, mekanis dan KB darurat. Jenis kontrasepsi yang menjadi pilihan ibu adalah kontrasepsi suntik dikarenakan aman, efektif, tidak mengganggu proses laktasi, tidak mengganggu hubungan seksual dan murah. Kontrasepsi suntik ada dua jenis yaitu Depo Medroxy Progesteron Asetat (DMPA) yang diberikan setiap tiga bulan dan Cyclofem yang diberikan setiap satu bulan. Kontrasepsi suntik mempunyai efek samping perdarahan tidak menentu, amenore, peningkatan berat badan, mual, gelisah, sakit kepala dan nyeri payudara ringan. Tujuan : mengetahui gambaran efek samping kontrasepsi suntik DMPA dan Cyclofem. Metode : deskriptif untuk mendapat gambaran efek samping kontrasepsi suntik pada kurun waktu tertentu dengan metode cross sectional di Dusun Klangon dan Dusun Kiyudan Desa Sawangan Kabupaten Magelang. Hasil : Responden sejumlah 47 akseptor KB yang terdiri dari 30 akseptor kontrasepsi suntik DMPA dan 17 akseptor Cyclofem. Efek samping yang dialami akseptor DMPA sejumlah 100% mengalami perubahan pola menstruasi, 66,7% terjadi peningkatan berat badan, 40% mengalami depresi. Efek samping yang dialami akseptor Cyclofem sejumlah 41,2% mengalami mual dan gelisah, 64,7% mengalami sakit kepala dan 64,7% mengalami nyeri payudara ringan. Simpulan : Efek samping kontrasepsi suntik DMPA 100% mengalami perubahan menstruasi, 66,7% terjadi peningkatan berat badan, 40% mengalami depresi. Efek samping kontrasepsi suntik Cyclofem 41,2% mengalami mual dan gelisah, 64,7% mengalami sakit kepala, 64,7% mengalami nyeri payudara ringan.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 1 (2018); 21-24</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/29/26</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/30</identifier>
				<datestamp>2022-08-18T01:14:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tindakan Keperawatan Melatih Cara Makan pada Tn. Y dengan Masalah Defisit Perawatan Diri Makan </dc:title>
	<dc:creator>Nafiyati, Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">defisit perawatan diri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">senam kaki</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sensitivitas kaki</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang: defisit perawatan diri makan adalah hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas makan. Hal ini sangat berpengaruh pada aktivitas fisik yang dilakukan dan perubahan pola pikir terhadap kebiasaan makan, sehingga timbul berbagai gejala yang menunjukkan seseorang dikatakan defisit perawatan diri makan. Tujuan : Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian adalah menggambarkan tentang latihan cara makan yang benar dalam meningkatkan kemandirian pada Tn. Y dengan defisit perawatan diri makan. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15-30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 2 (2018); 15-19</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/30/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/31</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:52:47Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Water Tepid Sponge (Wts) untuk Mengatasi Demam Tipoid Abdominalis pada An. Z </dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertermi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kompres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tipoid abdominalis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">WTS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Tipoid abdominalis adalah suatu penyakit infeksi yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman Salmonella typhoid, penyakit tipoid abdominalis biasanya menyerang saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari seminggu. WTS merupakan kombinasi teknik blok dengan seka. Teknik ini menggunakan kompres blok tidak hanya di satu tempat saja, melainkan langsung dibeberapa tempat yang memiliki pembuluh darah besar. Tujuan : menggambarkan penerapan WTS pada An. Z yang mengalami demam pada tipoid abdominalis. Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus, partisipan adalah 1 orang anak yang menderita tipoid abdominalis. Hasil :Tindakan yang di lakukan selama 2x20 menit, anak kooperatif,tetapi suhu belum turun kemudian dilakukan kompres ulang suhu turun menjadi 37’6oC. Simpulan : Kompres WTS efektif menurunkan demam pada pasien tipoid abdominalis dari 39oC menjadi 37’6oC. Terjadi penurunan sebesar 1’4oC.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/31</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 2 (2018); 20-29</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/31/28</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/32</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:43:41Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Hipertensi </dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Yusmabifarhad, Pradna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Hipertensi ini disebabkan berbagai faktor yang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan oleh faktor primer yang diketahui yaitu seperti kerusakan ginjal, gangguan obat tertentu, stres akut, kerusakan vaskuler dan lain-lain. Adapun penyebab paling umum pada penderita hipertensi maligna adalah hipertensi yang tidak terobati. Faktor yang dapat dimodifikasi meliputi stres, obesitas dan nutrisi, untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Desa Soropadan kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi. Metode : deskriptif dengan rancangan penelitian survey karena mengumpulkan informasi dari pengetahuan seseorang dengan cara Tanya jawab dengan penyebaran kuesioner melalui surat. Publikasi ini pada seluruh lansia yang mengalami hipertensi di Dusun Soropadan Kec. Pringsurat Kab.Temanggung yang berjumlah 30 orang. Masing-masing lansia diberi lembar angket atau kuesioner yang berupa daftar pertanyaan tertutup yang telah disusun dengan jumlah pertanyaan 20 untuk mengukur pengetahuan dengan alternative jawaban “B” dan “S” jika jawaban benar diberi nilai 1 dan jika salah diberi nilai 0. Hasil : Hasil publikasi ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Dusun Krajan Desa Soropadan, termasuk dalam kategori baik, karena di dapatkan hasil tingkat pengetahuan tentang pengertian hipertensi cukup (73.3%), penyebab hipertensi baik(79%), komplikasi hipertensi cukup (72.1%), penatalaksanaan hipertensi baik (84.2%).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 1 (2018); 25-34</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/32/27</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/33</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:43:54Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Siswi Kelas X dalam Mengatasi Disminorhea di SMA Negeri I Salaman Kabupaten Magelang</dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyaningrum, Cahaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">disminorhea</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Gangguan disminorhea adalah masalah yang banyak dialami oleh kaum perempuan. Dismonorhea dapat terjadi pada remaja, masa reproduksi maupun pada masa klimakterium, dan ini sering mengganggu kegiatan sehari-hari seperti sekolah, pekerjaan, dan pekerjaan rumah tangga sehingga untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan pertolongan dokter atau tenaga kesehatan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan tentang reproduksi khususnya menstruasi pada remaja putri dapat berdampak terhadap sikap remaja putri dalam mengatasi disminorhea. Banyak perilaku yang dilakukan jika rasa sakit akibat menstruasi datang. Tujuan : Mengetahui Perilaku Siswi Kelas X dalam mengtasi Disminorhea di SMA Negeri I Salaman Kabupaten Magelang. Metode : Studi Survey yang dilakukan pada siswi kelas X di SMA Negeri I Salaman Kabupaten Magelang. Hasil : Siswi kelas X sejumlah 22 orang didapatkan hasil pengetahuan responden jika rasa nyeri akibat disminorhea datang sering mengusap perut sejumlah 23%. Pengetahuan tentang melakukan kompres perut untuk mengatasi disminorhea sejumlah 9%. Pengetahuan tentang meminum teh jika rasa nyeri akibat disminorhea datang sejumlah 23%. Pengetahuan tentang pengalihan perhatian jika rasa nyeri disminorhea datang sejumlah 18%. Pengetahuan tentang meminum obat untuk mengurangi rasa nyeri sejumlah 27%. Pengetahuan tentang konsultasi dengan ahli sebanyak 0%. Simpulan : Penanganan siswi kelas x dalam mengatasi disminorhea di SMA N I Salaman yaitu penanganan yang baik sebesar 27 % meminum obat untuk mengurangi rasa, dan penanganan yang kurang sebesar 0 % mengkonsultasikan rasa nyeri akibat disminorhea.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/33</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 1 (2018); 35-39</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/33/29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/34</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:52:47Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Prosedur Senam Kaki Diabetes untuk Meminimalkan Komplikasi Neuropati Perifer pada Ny. I dengan Diabetes Mellitus </dc:title>
	<dc:creator>Anggraini, Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin`</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">senam kaki</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sensitivitas kaki</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner dan Suddart, 2001). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah merekapitulasi data kasus baru penyakit tidak menular yang dilaporkan secara keseluruhan pada tahun 2015 bahwa kasus Diabetes Mellitus menempati urutan kedua setelah hipertensi dengan jumlah 18,33%. Tujuan : mengetahui penerapan prosedur senam kaki diabetes untuk mengatasi masalah ketidakefektifan perfusi jaringan perifer kaki karena adanya neuropati perifer. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15- 30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 2 (2018); 30-38</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/34/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/35</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T16:52:47Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tindakan Keperawatan Melatih Teknik Range of Motion Pasif untuk Menurunkan Hambatan Mobilitas Fisik Pada Ny. S dengan Stroke Non-Hemoragik </dc:title>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Al Mahfudhoh, Malikhaturrofi’ah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mobilitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Non-hemorogik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ROM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stroke</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Penderita stroke dapat mengalami kesulitan saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi gerak, sehingga kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Latihan gerak mempercepat penyembuhan pasien stroke, karena akan mempengaruhi sensasi gerak di otak. meningkatkan kekuatan otot perlu dilakukan latihan mobilisasi atau rehabilitasi, yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi neurologis dan mencegah terjadinya kontraktur atau kekakuan otot dengan teknik Range Of Motion (ROM). Tujuan : mengetahui penerapan teknik Range Of Motion (ROM) dalam mengatasi hambatan mobilitas fisik pasien stroke non hemoragik. Metode : Penelitian deskriptif. Sampel 1 responden, Subyek adalah Ny. S, umur 62 tahun, mengalami kelemahan pada lengan kanan dan kaki sebelah kanan sejak 1 hari. Hasil : tindakan Range Of Motion (ROM) pasif dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari dengan bantuan perawat ataupun mandiri, namun Ny. S belum mampu mengangkat lengan dan kaki kanannya. Kekuatan otot pada lengan kanan Ny. S masih skala 2 dan kekuatan otot kaki kanan masih skala 2, jadi belum ada perubahan selama 3 hari dilakukan tindakan. Simpulan : tindakan Range Of Motion (ROM) pasif belum terbukti efektif karena membuktikan bahwa dengan tidak adanya hasil yang dicapai atau belum ada perubahan, kekuatan otot Ny. S masih sama dengan saat sebelum dilakukan teknik Range Of Motion (ROM) pasif.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 4 No. 2 (2018); 39-44</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/35/31</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/36</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:10:34Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Breast Care untuk Mengatasi Menyusui Inefektif Post Partum</dc:title>
	<dc:creator>Nisak, Malichatun</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">breast care</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">inefektif post partum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Breast care merupakan upaya untuk merangsang sekresi hormon oksitosin untuk menghasilkan ASI sedini mungkin dan memegang peran penting untuk menghadapi masalah menyusui. Teknik pemijatan dan rangsangan pada putting susu yang dilakukan pada breast care merupakan latihan semacam efek hisapan bayi sebagai pemicu mengeluarkan ASI. Sebagai ibu yang menyusui bayinya, perawatan payudara dan putting susu merupakan suatu hal yang sangat penting, breast care yang tidak benar menyebabkan payudara bengkak penuh dan putting pecah yang akan menjadi penyulit dalam proses menyusui, bila putting menjadi pecah-pecah proses menyusui ditangguhkan sampai putting tersebut sembuh. Tujuan : Menggambarkan penerapan Breast Care Untuk Mengatasi Menyusui Inefektif Post Partum pada Ny. T. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus, dilakukan pada Ny. S yang mempunyai masalah menyusui inefektif dengan ciri-ciri payudara merah dan kencang dan nyeri. Hasil : Breast Care dilakukan di Ruang Anggrek RS TK.II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang, selama 3 hari, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Simpulan : Setelah dilakukan tindakan breast care Ny. S mengalami payudara sudah tampak pengosongan, sudah tidak tampak kemerahan, bayi menyusu kuat pada putting ibu, nyeri berkurang.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 1 (2019); 1-6</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/36/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/37</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:10:34Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberian Pendidikan Kesehatan Terapi Zink untuk Mengurangi Frekuensi Diare</dc:title>
	<dc:creator>Wijayanti, Anastasia Inez Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diare</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">zink</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan frekuensi buang air besar, yaitu memberikan terapi Zink dengan dosis terapi yang sudah ditetapkan. Zink adalah suatu komponen dari beberapa sistem enzim yang berfungsi di dalam sintesa protein, transport karbondioksida dan di dalam proses penggunaan vitamin A serta memberikan efek positif terhadap penyembuhan diare dan pertumbuhan anak. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian pendidikan kesehatan terapi Zink pada An. M untuk mengurangi frekuensi diare. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Subyek penelitian ini adalah An. M, dengan jenis kelamin laki-laki, berusia 5 tahun, buang air besar cair 10 kali, demam tak kunjung turun. Hasil : memberikan pendidikan kesehatan terapi Zink selama 15 menit, respon An. M dan ibu kooperatif. Simpulan : diare An. M mulai berkurang, tidak tampak haus, nafsu makan bertambah menghabiskan 1/2 porsi makan, buang air besar 2 kali dalam sehari.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/37</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 1 (2019); 7-13</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/37/33</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/38</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Strategi Pelaksanaan: Teknik Menghardik pada Ny.T dengan Masalah Halusinasi Pendengaran </dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Alfiana Ainun</dc:creator>
	<dc:creator>Astia, Nurul Khamaril</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Halusinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengendalian Halusinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknik Menghardik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Halusinasi merupakan suatu bentuk persepsi atau pengalaman indera yang tidak terdapat stimulasi terhadap reseptornya. Dimana hilangnya suatu kemampuan individu dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Sekitar 70% halusinasi yang dialami adalah halusinasi pendengaran, 20% halusinasi penglihatan, dan 10% adalah halusinasi penghidu, pengecapan dan perabaan. Tujuan: Menggambarkan tentang penerapan strategi pelaksanaan teknik menghardik untuk meningkatkan kemampuan Ny.T untuk mengendalikan halusinasi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian studi kasus tentang penerapan strategi pelaksanaan: teknik menghardik pada Ny.T dengan masalah gangguan persepsi sensori. Hasil: Ny.T melakukan teknik menghardik dengan meminta Ny.T untuk mendemonstrasikannya. Ny.T mampu mendemonstrasikan dengan benar. Kemudian penulis memberi reinforcement dengan mengacungkan jempol dan mengatakan “bagus sekali Bu, Bu.T sudah bisa melakukan teknik menghardik dengan benar”. Simpulan: Keberhasilan pencapaian hasil yang maksimal ini didukung oleh beberapa faktor, seperti faktor internal yaitu pendidikan, umur dan motivasi memudahkan Ny.T menyerap pengetahuan mengenai cara mengontrol halusinasi dengan teknik menghardik.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 1-6</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/38/35</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/39</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:10:34Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Perawatan Luka Pasca Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Klavikula Hari Ke-2</dc:title>
	<dc:creator>Arviyani, Arviyani</dc:creator>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">distraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">musik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Open Reduction Internal Fixation (ORIF) merupakan suatu tindakan pembedahan untuk memanipulasi fragmen-fragmen tulang yang patah atau kembali ke letak asalnya. Internal fiksasi melibatkan penggunaan plat, skup, paku maupun suatu intramedullary (IM) dalam posisisnya sampai penyembuhan tulang yang solid terjadi. Penanganan pasca ORIF klavikula hari ke-2 terdapat luka jahit yang harus mendapatkan tindakan dengan prinsip steril, bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Prinsip utama dalam manajemen perawatan luka pasca ORIF adalah pengendalian infeksi, karena menghambat proses penyembuhan luka yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas bertambah besar. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian perawatan luka pada Ny. T yang mengalami risiko infeksi dengan diagnosa medis pasca ORIF. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan Ny. T, berusia 26 tahun, dengan diagnosa medis Fraktur klavikula masuk rumah sakit. Hasil : Implementasi dilakukan untuk mengatasi masalah risiko infeksi memonitor tanda dan gejala infeksi, menginspeksi kondisi insisi bedah, memberikan perawatan luka dan ganti balutan dengan mempertahankan teknik steril dan memberikan terapi Ceftriaxone 10 mg. Simpulan : Menunjukkan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah menjadi skala nyeri 3, pasien menjadi tenang dan tampak rileks.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 1 (2019); 14-18</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/39/34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/40</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:10:34Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Kegiatan Menjahit Pada Tn. J dengan Masalah Harga Diri Rendah</dc:title>
	<dc:creator>Setiyawati, Ita</dc:creator>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">harga diri rendah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">menjahit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Harga diri rendah adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan dalam penilaian terhadap dirinya sendiri dan kemampuan yang dimiliki. Seseorang yang mengalami harga diri rendah sering mengungkapkan ketidakmampuan dan meminta bantuan orang lain dan mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu, tampak tergantung pada orang lain, tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan, wajah tampak murung. Latihan kegiatan menjahit adalah menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum dan benang. Tujuan : Menggambarkan penerapan penerapan kegiatan menjahit untuk meningkatkan harga diri rendah pada Tn.J. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan seseorang laki-laki, merasa tidak mampu bekerja lagi, Tn.J merasa malu dengan teman-temannya karena tidak sepintar dengan teman- temannya. Hasil : Mendiskusikan SP 1 dengan mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki, perawat menanyakan kemampuan apa saja yang Tn. J miliki, kemudian menjawab dengan ragu-ragu kemampuan yang dimiliki meliputi merapikan tempat tidur, menyapu, melipat baju dan menjahit. Pada saat diskusi terlihat tidak ada kontak mata, dilanjutkan dengan memilih/menentukan kemampuan yang akan dilatih. Tn. J memilih kegiatan yang masih bisa dilakukan yaitu menjahit. Simpulan : Evaluasi pertemuan keempat Tn.J tidak ragu-ragu, suara jelas, kontak mata bisa dipertahankan, tidak menunduk dan tidak murung lagi. Mampu melakukan kegiatan menjahit secara mandiri, dan memasukkan kegiatan ke jadwal harian secara mandiri.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 1 (2019); 19-25</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/40/36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/41</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas pada Pasien Brokopneumonia </dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah ``</dc:creator>
	<dc:creator>Diniyah, Nasihatut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">batuk produktif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bronkhopneumonia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cuping hidung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nebulizer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ronkhi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah peradangan parenkim paru yang mengakibatkan tersumbatnya alveolus dan bronkeolus oleh eksudat, ditandai batuk produktif atau nonproduktif, ronkhi, nyeri dada, retraksi dinding dada, pernapasan cuping hidung, sianosis dan demam, dapat diatasi dengan pemberian terapi inhalasi nebulizer. Presentase bronkopneumonia 30% dari seluruh angka kejadian penyakit anak di ruang Flamboyan RS TK. II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Tujuan : Menggambarkan penerapan terapi inhalasi nebulizer pada An. A untuk mengatasi kebersihan jalan nafas pada bronkopneumonia. Metode: Penelitian penulisan publikasi ilmiah ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek adalah anak usia 3 tahun, dengan batuk produktif pada bronkopneumonia tanpa komplikasi, frekuensi napas 43 kali/menit, ronkhi. Penelitian dilakukan di Ruang Flamboyan. Hasil : Tindakan nebuliser dilakukan selama 3 x 24 jam, anak dan keluarga awalnya tidak kooperatif, anak sering melepas sungkup nebul dan sering menangis, setelah 1 kali tindakan anak kooepratif dalam tindakan. Simpulan: Sebelum pemberian terapi nebulizer dengan NaCl 1 cc + Ventolin 1 cc + Bisolvon 10 tetes, frekuensi pernapasan 43 kali/menit, batuk terus-menerus, pernapasan cuping hidung, ronkhi, setelah dilakukan terapi, frekuensi pernapasan menjadi 26 kali/menit, batuk berkurang, napas normal.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 7-13</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/41/37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/42</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:10:34Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknik Batuk Efektif Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas pada Tn. M dengan Tuberkulosis</dc:title>
	<dc:creator>Fatimah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bersihan jalan nafas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tehnik batuk fektif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) ditularkan ketika seorang penderita penyakit paru aktif mengeluarkan organisme. Individu yang rentan menghirup droplet dan menjadi terinfeksi. Bakteria ditransmisikan ke alveoli dan memperbanyak diri. Reaksi inflamasi menghasilkan eksudat di alveoli dan bronco pneumonia, granuloma, dan jaringan fibrosa. Latihan batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret atau benda asing di jalan napas. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian teknik batuk efektif pada kasus bersihan jalan napas pada Tn. M dengan tuberkulosis. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara trestuktur dan rollplay pada pasien atau keluarga, observasi dengan memantau keadaan pasien, pemeriksaan fisik, diagnostik, pemeriksaan penunjang dan pengukuran yang dapat dikenakan pada subjek studi kasus. Hasil : Tindakan batuk efektif dilakukan dua kali sehari dengan bantuan keluarga ataupun mandiri, dan auskultasi didapatkan hasil suara ronkhi masih terdengar tetapi hanya di sebelah kanan saja dan sudah berkurang dari hari sebelum dilakukan tindakan batuk efektif pada Tn. M. Simpulan : pasien mengatakan merasa lega karena dahak dapat dikeluarakan dengan mudah setelah dilakukan batuk efektif, masih terdengar suara ronkhi di paru sebelah kanan, pasien tampak lebih nyaman, ekspresi tampak lebih segar, respirasi 25 x/menit.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 1 (2019); 26-30</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/42/38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/43</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kepatuhan Minum Obat Klien Hipertensi di Keluarga </dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Ika Septia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kepatuhan minum obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tekanan darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Insidensi hipertensi mayoritas adalah hipertensi essensial yang penatalaksanaan peerawatannya sangat tergantung pada obat-obat anti hipertensi sehingga faktor kepatuhan minum merupakan perilaku yang essensial bagi bagi klien untuk mengendalikan tekanan darahnya. Ketika klien di rumah sakit kepatuhan minum obat diatur dan dikelola oleh perawat sehingga klien tertib minum obat sesuai anjuran, tetapi setelah klien tinggal di keluarga hampir 50% klien hipertensi tidak patuh minum obat. Tujuan Menggali kepatuhan minum obat klien hipertensi di keluarga Metode : deskriptif, kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian satu klien hipertensi yang tinggal dalam keluarga di wilayah Kelurahan Kedungsari Kota Magelang. Hasil : Klien belum patuh minum obat anti hipertensi sesuai anjuran dokter, minum obat hanya dilakukan saat mengalami keluhan hipertensinya; karena takut kalau minum obat anti hipertensi terus menerus takut tekanan darah menjadi rendah. Simpulan : Kepatuhan minum obat anti hipertensi pada klien hipertensi di keluarga masih rendah; karena persepsi yang keliru tentang pengobatan yang dijalani. Hal ini disebabkan karena pendidikan terakhir klien SD sehingga mengalami hambatan dan dalam keterbatasan untuk mencerna, memahami informasi baru tentang aturan minum obat anti hipertensi.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 14-18</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/43/39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/44</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:10:34Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Pemberian Pendidikan Kesehatan Nutrisi untuk Mengatasi Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Demam Tifoid</dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Lilis Duwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">demam thypoid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Tifus abdominalis ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan, dan gangguan kesadaran. Kurang nutrisi disebabkan karena adanya asupan yang tidak adekuat, menurunnya nafsu makan akibat proses patologis. Nafsu makan menurun mengakibatkan kurang nutrisi pada seseorang dan bisa menjadi salah satu tanda dari demam tifoid disertai dengan tanda gejala lain. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian pendidikan kesehatan nutrisi untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada demam tifoid. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur pada An. S dan keluarganya. Melakukan observasi, pengukuran dan pemeriksaan pada An. S. Hasil : Implementasi pada dilakukan selama 1x20 menit, melakukan pendidikan kesehatan tentang pengertian demam tifoid, tujuan diberikan pendidikan kesehatan, makanan yang dipantang : makanan yang tidak dapat dicerna yaitu serat yang tidak larut air/selulosa yang terdapat pada sayuran dan buah yang dimakan dengan kulitnya. Makanan yang dibatasi : serat larut air yang terdapat pada buah dan kacang-kacangan. Bumbu pedas dipantang, minuman dan makanan yang menimbulkan gas dipantang. Simpulan : keluarga mengatakan nafsu makan pasien meningkat dari 1⁄4 porsi mejadi 3⁄4 porsi dan keluarga selalu memotivasi An. S jika makan baik maka akan mempercepat proses penyembuhan, tekanan darah 90/70mmHg, pasien terlihat masih lemas, keadaan umum lemah, pasien tidak menghabiskan makan yang diberikan, keluarga mampu menyampaikan apa yang disampaikan sebanyak 80%.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/44</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 1 (2019); 31-37</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/44/40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/45</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Pijat Oksitosin untuk Mengatasi Masalah Menyusui Inefektif</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Endang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Menyusui</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Oksitosin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Post partum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Masa nifas (puerperium) merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandung kembali sebelum hamil yang berlangsung selama 6-8 minggu dan masalah yang sering muncul adalah ketidaklancaran Air Susu Ibu (ASI). Pijat oksitosin merupakan solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI yaitu pemijatan pada vertebra sampai tulang costae kelima-keenam sampai ke payudara selama 2-3 menit. Tindakan pijat oksitosin ini dapat memberikan sensasi rileks pada ibu dan melancarkan aliran syaraf serta aliran ASI kedua payudara lancar. Tujuan: Menggambarkan pemberian pijat oksitosin untuk mengatasi masalah menyusui inefektif. Metode: Studi kasus tentang penerapan pijat oksitosin pada ibu post partum spontan yang mengalami masalah menyusui. Subyek adalah Ny. E, usia 30 tahun, post partum hari kedua, ASI belum keluar, di Ruang Anggrek RS TK. II 04.05.01 Dr. Soedjono Magelang. Hasil: Tindakan pijat oksitosin pada hari pertama selama 2 kali selama 3 menit didapatkan hasil payudara terasa mulai penuh dan kolostrum keluar sedikit. Hari kedua diapatkan hasil payudara sudah penuh dengan ASI, kolostrum dan ASI sudah keluar lancar, bayi puas setelah menyusu. Simpulan: Sebelum dilakukan pijat oksitosin payudara teraba kosong, ASI belum keluar, setelah dilakukan pemijatan setiap hari 2 kali selama 3 menit dalam kurun waktu 2 hari, produksi ASI meningkat, payudara teraba penuh dan ASI sudah keluar, bayi tampak puas setelah menyusu, sehingga menyusui inefektif teratasi.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 19-24</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/45/41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/46</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Organizational Justice dan Welfare Terhadap Empathy pada Perawat dalam Pelayanan Syariah </dc:title>
	<dc:creator>Widodo, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Basirun, Basirun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">organizational justice</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">empathy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nursing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Fokus kajian dalam penelitian ini adalah karyawan perawat rawat inap berkaitan dengan masalah empati (empathy) keadilan organisasi (organizational justice) dan kesejahteraan (welfare). Kajian ini akan melihat dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Beberapa alasan dalam penelitian ini adalah pertama, empati merupakan salah satu sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien karena empati memungkinkan individu untuk memahami maksud orang lain, memprediksi perilaku mereka dan mengalami emosi yang dipicu oleh emosi mereka. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja. Keadilan organisasional berkorelasi secara signifikan dengan psikologis. Tekanan moral (moral distress) berpengaruh terhadap faktor psikologis. Selanjutnya faktor kesejahteraan (welfare), kesejahteraan merupakan kebahagiaan yang mengacu pada perasaan positif seperti sukacita, kepuasan, dan ketenangan. Tujuannya : Menguji dan menganalisa pengaruh organizational justice terhadap empathy dan Menguji dan menganalisa pengaruh welfare terhadap empathy. Metoda adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit PKU Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : Hasil karya ilmiah ini dijelaskan secara beruurutan untuk setiap uji hipotesis, pengujian hipotesis dengan menggunakan standar nilai t-Value dengan tingkat signifikansi 0,05 dan nilai t-value Critical Ratio (CR) = ≥ 1.967 pada regression Weights dari fit full model dalam program Amos 22.00. Kesimpulan : organizational justice tidak berpengaruh terhadap empathy, welfare tidak berpengaruh terhadap empathy, dan empati perawat tidak dipengaruhi oleh faktor keadilan pimpinan dan juga tidak dipengaruhi oleh kesejahteraan yang diberikan atau dalam pengertian lain sikap empati perawat akan selalu muncul dan para perawat tidak memperdulikan masalah keadilan dan kesejahteraan.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 25-38</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/46/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/47</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Prosocial Behavior terhadap Empathy pada Perawat </dc:title>
	<dc:creator>Wahidin, Wahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Basirun, Basirun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">empathy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nursing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">prosocial behavior</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Grand theory dalam penelitian ini dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Perilaku prososial (prosocial behavior) dan empati (empathy) bagi perawat rumah sakit merupakan sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja sama. Selanjutnya perilaku prososial, bentuk perilaku prososial yaitu perilaku yang positif, konstruktif dan bermakna membantu. Perilaku prososial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku individu perawat terhadap pasien dalam pelayanan asuhan keperawatan (in role) dan perilaku perawat dalam memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate). Dua variabel ini menjadi penting dalam pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan : Menguji dan menganalisa pengaruh prosocial behavior terhadap empathy. Metode adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana dengan 47 responden di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit Islam Jakarta di Cempaka Putih dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy, hasil nilai pengujian signifikansi (table 2) p= 0.026 nilai ini adalah ≤ 0,05 (signifikan nilai p ≤ 0,05) yang mempunyai makna Ha: diterima atau signifikan, berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy. Kesimpulan : bahwa empati perawat akan muncul dengan penerapan Syariah walaupun mengabaikan masalah keadilan dan kesejahteraan.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/47</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 39-47</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/47/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/48</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Skala Nyeri pada Sdr. D dengan Paska Open Reduction Internal Fixation (ORIF)</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Anggi</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">genggam Jari</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">relaksasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">skala nyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa pasien paska ORIF akan merasakan nyeri ketika telah dilakukannya tindakan pembedahan. Nyeri pada pasien paska ORIF dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pasien sehingga perlu dilakukan tindakan non farmakologi berupa teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi rasa nyeri dan memberikan kenyamanan. Tujuan : untuk menerapkan gambaran skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukanya teknik relaksasi genggam jari. Metode : penelitian ini memberikan teknik relaksasi genggam jari dan observasi. Hasil : dapat dirumuskan bahwa hasil intervensi terhadap pasien yang mengalami nyeri paska ORIF mengalami penurunan setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari selama 3 hari dengan 2 kali 1 yang diberikan selama 20 menit dengan pemberian teknik relaksasi genggam jari dari skala 6 menjadi 3. Simpulan : bahwa penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari untuk menurunkan skala nyeri pada pasien paska ORIF dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan skala nyeri.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 1-7</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/48/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/49</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Fototerapi Terhadap Hiperbilirubin pada Bayi Ny. D dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningsih, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fototerapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hiperbilirubin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pasien bilirubin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Hiperbilirubin merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, biasanya ditandai peningkatan total serum bilirubin dalam darah di atas 5 mg/dl, dimana terjadi peningkatan penghancuran sel darah merah yang berkisar 80-90 dari, dan kadar zat besi yang tinggi dalam eritrosit. Dalam mengatasi masalah tersebut hal ini perlu dilakukan penanganan salah satunya dengan cara melakukan penerapan fototerapi salah satu upaya untuk pengobatan pada pasien hiperbilirubin. Tujuan : Mengetahui penurunan derajat ikterus sebelum dan sesudah pada By. Ny. D di ruang Multazam. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, dalam penelitian ini hanya menggunakan 2 partisipan. Hasil : Pengumpulan data dilakukan selama 3 hari yaitu sebelum dan sesudah dilakukan fototerapi. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar dari dilakukannya fototerapi selama 36 jam terhadap penurunan kadar bilirubin.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 8-14</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/49/45</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/50</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Distraksi Mendengarkan Musik Klasik untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Klavikula </dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Ambang Sulistyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Distraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Musik klasik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Penderita yang mengalami fraktur biasanya merasakan nyeri, kondisi nyeri individu sangat berfariasi dalam mengadaptasi nyeri sehingga rasa nyeri akan menjadikan suatu masalah dan akan mempengaruhi fungsi tubuh, kurang tidur, menurunnya nafsu makan, mempengaruhi proses penyembuhan. Musik yang memiliki tempo lambat dan menenangkan adalah musik klasik yang bisa menjadi terapi yang dapat diartikan sebagai pengobatan. Musik klasik memiliki aspek terapeutik, sehingga musik klasik banyak digunakan untuk penyembuhan, menenangkan, dan memperbaiki kondisi fisik dan fisiologis pasien maupun tenaga kesehatan. Tujuan : Menggambarkan penerapan teknik distraksi dengan mendengarkan musik klasik untuk mengatasi rasa nyeri pada pasien fraktur clavikula. Metode : Penelitian penulisan publikasi ilmiah ini mengunakan metode diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek adalah seseorang perempuan usia 26 tahun dengan nyeri fraktur klavikula. Instrumen adalah SOP distraksi mendengarkan musik klasik di ruang Edelweis. Hasil : Tindakan distraksi mendengarkan musik klasik dilakukan 2x7 jam selama 10 menit, Ny. T kooperatif, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah hari pertama menyatakan masih nyeri . Setelah dilakukan tindakan hari kedua Ny. T mengatakan nyeri berkurang, lebih nyaman dan tampak rileks. Simpulan : Menunjukan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, menjadi skala nyeri 3, pasien dapat melaksanakan teknik distraksi, kondisi menjadi tenang dan tampak rileks.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 48-53</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/50/46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/51</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknik Menghardik Pada Tn. J dengan Masalah Halusinasi</dc:title>
	<dc:creator>Nafiatun, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">halusinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">teknik menghardik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Pasien halusinasi biasanya berperilaku seperti bicara dan tertawa sendiri, dimana seseorang yang bersangkutan salah satu respon yang muncul yaitu sedang berbicara, untuk dapat diputus maka harus memahami kalau suara yang didengar suatu masalah. Untuk mengatasi halusinasi bisa digunakan beberapa teknik, salah satunya teknik menghardik, tetapi pada saat berhalusinasi hampir tidak pernah menggunakannya karena kebanyakan pasien lebih mengikuti halusinasi yang dialami. Tujuan : mengidentifikasi penerapan teknik menghardik pada Tn. J yang mengalami masalah halusinasi. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Sampel yang diambil adalah 1 orang yaitu Tn. J yang mengalami halusinasi di Wisma Budi Makarti Boyolali pada tanggal 27 Maret 2019. Data penelitian ini diamil dengan wawancara dan observasi. Hasil : dengan dilakukan teknik menghardik dengan bimbingan secara konsisten, halusinasi oleh Tn. J berkurang. Simpulan : teknik menghardik yang dilakukan secara konsisten dapat menurunkan halusinasi, dalam memberikan bimbingan menghardik diharapkan secara kontinyu dan konsisten.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/51</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 15-24</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/51/47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/52</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Organizational Justice dan Welfare Terhadap Prosocial Behavior pada Perawat </dc:title>
	<dc:creator>Mugihartadi, Mugihartadi</dc:creator>
	<dc:creator>Basirun, Basirun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">organizational justice</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">welfare</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">prosocial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nursing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Fokus kajian dalam penelitian ini adalah karyawan perawat rawat inap berkaitan dengan masalah perilaku baik (prosocial), keadilan organisasi (organizational justice) dan kesejahteraan (welfare). Kajian ini akan melihat dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Beberapa alasan dalam penelitian ini adalah pertama, keadilan organisasional adalah persepsi adil dari seseorang terhadap keputusan yang diambil oleh atasannya. Kesejahteraan kerja adalah pemberian kepada karyawan termasuk tunjangan pensiun bagi karyawan, tanggungan istri dan anak; tunjangan kematian; layanan kesehatan dan kesejahteraan; tunjangan transportasi, hiburan, akomodasi perumahan; biaya sekolah anak-anak; makanan murah, tunjangan pengangguran, tagihan medis dan berbagai tak terhitung. Berbagai faktor pengaruh termasuk keadilan organisasi dan kesejahteraan terhadap perilaku prososial dalam peran (in role) khususnya adalah peran pemberi pelayanan (care giver) dan peran memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate) serta dari pandangan religius Islam menjadi penting untuk dilakukan penelitian. Tujuan : Menguji&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan menganalisa&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengaruh organizational justice terhadap prosocial dan menguji dan menganalisa pengaruh welfare terhadap prosocial. Metoda dalam penelitian ini adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit MPKU Muhammadiyah Se- Jawa dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 54-62</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/52/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/53</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Senam Ergonomik dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Ny. M dengan Hipertensi</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Tiara Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">senam ergonomik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tekanan darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistolik dan diastolik mengalami kenaikan, yaitu tekanan sistolik di atas 140 mm Hg, diastolik di atas 90 mm Hg. Hipertensi dapat dikontrol dengan penatalaksanaan farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dengan melakukan olahraga berupa senam ergonomik. Tujuan : mengetahui gambaran tekanan darah Ny. M sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik dan mengetahui penerapan senam ergonomik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, menggunakan 1 partisipan yaitu anggota keluarga yang mengalami hipertensi di dalam keluarga. Tindakan dilakukan selama 3 hari dengan melakukan pemberian latihan senam ergonomik selama ± 25 menit, mengukur tekanan darah pada pre test dan post test dan wawancara. Hasil : senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 10 mm Hg. Tekanan darah istolik yang turun berlangsung selama 30-120 menit. Simpulan : senam ergonomik memiliki keefektifan dalam menurunkan tekanan darah sistolik. Rekomendasi: Ny. M untuk melakukan senam ergonomik secara rutin dan teratur.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 25-34</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/53/48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/54</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Tahap-Tahap Mobilisasi Dini pada Ny. S dengan Post Sectio Caesarea</dc:title>
	<dc:creator>Nisa, A’fina Khusna</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mobilisasi dini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sectio caesarea</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Mobilisasi dini adalah upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan mengajarkan berlatih beraktivitas. Ny. S belum memahami dan menerapkan tahap mobilisasi dini karena kurangnya pengetahuan tentang tahap-tahap mobilisasi dini yang harus dilakukan. Penatalaksanaan untuk Ny. S adalah mengajarkan penerapan tahap-tahap mobilisasi dini. Tujuan : Mengetahui gambaran penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yang dilakukan Ny. S setelah diajarkan tahap-tahap mobilisasi dini. Metode : Penelitian dilaksanakan pada 6 jam pertama post sectio caesarea, 24 jam pertama dan hari ketiga post sectio caesarea, mengunakan metode studi kasus. Partisipan : satu pasien post sectio caesarea. Hasil : Menunjukan adanya hasil penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yaitu pada 6-8 jam pertama post sectio caesarea Ny. S belum berhasil menerapkan semua tahap-tahap mobilisasi dini karena merasa nyeri untuk bergerak, pada 12-24 jam pertama post sectio caesarea Ny. S sudah mampu menerapkan semua tahap-tahap mobilisasi dini yang diajarkan peneliti, dan pada hari kedua post sectio caesarea Ny.S sudah mampu menerapkan tahap-tahap mobilisasi dini 6 jam pertama hingga 24 jam pertama post sectio caesarea. Simpulan : Penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yang dilakukan Ny. S setelah diajarkan tahap-tahap mobilisasi adalah Ny. S sudah paham dan mampu menerapkan tahap-tahap mobilisasi dini sesuai tools keberhasilan tahap-tahap mobilisasi dini.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 35-43</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/54/50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/55</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Kontrol Pengobatan Pasien Hipertensi </dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Fibriana, Nino</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dukungan keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kepatuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pasien</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat dan merupakan faktor risiko timbulnya penyakit seperti stroke, penyakit jantung koroner hingga gagal ginjal. Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kontrol pengobatan pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol pengobatan hipertensi. Metode: Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek adalah seorang ibu rumah tangga usia 60 tahun di Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara Kota Magelang. Hasil: Ny. S mendapatkan dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan penghargaan. Dukungan instrumental tidak sepenuhnya diberikan oleh keluarga, keluarga tidak menyediakan perlengkapan dan peralatan yang menunjang sakit hipertensi paska stroke dan tidak dapat mengantar Ny. S untuk rutin berobat ke Puskesmas. Simpulan: Dukungan keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien hipertensi, pasien akan merasa diperhatikan dan diawasi. Pasien akan lebih berhati-hati ketika melakukan sesuatu hal yang dapat memicu terjadinya (kambuh) hipertensi serta dapat meningkatkan kepatuhan untuk melakukan kontrol pengobatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 63-69</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/55/51</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/56</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Anggota PMR SMK Swadaya Temanggung</dc:title>
	<dc:creator>Arafat, Husein</dc:creator>
	<dc:creator>Anisah, Retno Lusmiati</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Tri Suraning</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BHD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PMR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan tindakan yang harus segera dilakukan dalam menangai korban yang mengalami henti jantung. Henti jantung bisa terjadi baik di luar rumah sakit atau di dalam rumah sakit. Tindakan ini meliputi melakukan pemeriksaan nadi karotis, mengecek sumbatan jalan nafas, memeriksa status pernafasan sampai dengan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Tindakan BHD bisa dilakukan oleh tenaga medis maupun tenaga non medis atau orang awam terlatih. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap terhadap pengetahuan anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Metode : menggunakan desain one group pre test post test design untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD pada anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Tehnik sampel yang digunakanan dengan metode purposive sampling sebanyak 24 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner penelitian sebanyak 18 pertanyaan. Analisa data yang digunakan menggunakan paired t- test dimana didapatkan hasil p-value = 0,000 (p&amp;lt;0,05). Hasil : hasil tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan BHD kategori pengetahuan baik 2 siswa (8,3%), pengetahuan cukup 4 siswa (16,7%), dan pengetahuan kurang 18 siswa (75%), sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan pelatihan BHD, kategori pengetahuan baik 18 siswa (75%), pengetahuan cukup 5 siswa (4,2%) dan pengetahuan kurang 1 siswa (4,2%). Simpulan : menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan anggota PMR sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 44-49</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/56/52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/57</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Intervensi Pelibatan Keluarga dengan Menyisir Rambut pada Anak yang Mengalami Kecemasan Akibat Hospitalisasi</dc:title>
	<dc:creator>Putriyanti, C.Ermayani</dc:creator>
	<dc:creator>Dewani, Yullian Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hospitalisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelibatan Keluarga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Hosptalisasi dapat menimbulkan masalah kecemasan pada sebagian besar anak yang dirawat dirumah sakit. Salah satu intervensi yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecemasan anak akibat dampak hospitalisasi yaitu pelibatan keluarga dengan menyisir rambut sambil mengusap lembut kepala anak selama proses perawatan atau tindakan pengobatan yang dilakukan kepada anak. Tujuan: untuk melihat dampak pemberian intervensi pelibatan keluarga dengan menyisir rambut sambil memberikan usapan lembut dikepala anak terhadap penurunan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi. Metode : desain pre test post test dengan analisis deskriptif dengan uji Wilcoxon Two Related Sample Hasil : score kecemasan pada anak sebelum tindakan dan sesudah tindakan dengan menggunkan uji Wilcoxon Two Related Sample Test menunjukkan penurunan yang signifikan (p=0,042). Simpulan tindakan pelibatan keluarga dengan menyisir rambut pada anak memiliki dampak positif dalam menurunkan score kecemasan anak.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 70-79</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/57/54</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/58</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri dengan Metode Ceramah Melalui Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan</dc:title>
	<dc:creator>Fitriana, Nur Gilang</dc:creator>
	<dc:creator>Parmilah, Parmilah</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawati, Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ceramah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kesehatan reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">media audiovisual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Remaja adalah suata masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menentukan identitas diri. Pemenuhan kebutuhan seksual remaja bervariasi. Ketidakpahaman remaja terhadap reproduksi sangat berpotensi timbul perilaku menyimpang seksual. Maka untuk menjembatani itulah dikalangan remaja itu sendiri perlu diberi pengetahuan yang cukup terhadap permasalahan reproduksi remaja sehingga akan menyelamatkan mereka dari perilaku seksual yang menyimpang. Tujuan : mengidentifikasi pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja putri dengan metode ceramah melalui media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan. Metode : pendekatan eksperimen, dilakukan dengan jumlah sampel 35 siswi remaja putri, dengan desain one group pre-test post-test. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisa dengan wilocoxon. Hasil : tingkat pengetahuan siswi putri sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan 21 responden (60%) berpengetahuan cukup, sebanyak 14 responden (40%), setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan reproduksi 3 responden (8,6%), 32 responden (91,4%) berpengetahuan baik. Simpulan : pengetahuan siswi sebelum diberikan intervensi mayoritas berada pada tingkat pengetahuan cukup sebanyak 21 siswa (60,0%) dan sisanya sebanyak 14 siswi berada pada tingkat pengetahuan baik, sedangkan sesudah diberikan intervensi, mayoritas berada pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 32 siswa (91,4%) dan sisanya sebanyak 3 siswi berada pada tingkat pengetahuan cukup.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/58</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 50-55</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/58/53</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/59</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T18:27:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Baby Massage Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin</dc:title>
	<dc:creator>Purnamasari, Ika</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Candra Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraheni, Ikhda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">baby massage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bilirubin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fototerapi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : pada 80% bayi baru lahir premature dan mencapai 60% pada bayi lahir aterm pada minggu pertama kehidupannya. Penanganan utama kasus ini adalah fototerapi yang mempunyai berbagai efek samping bagi bayi. Penanganan alternatif sangat dibutuhkan untuk mengatasi hiperbilirubinemia seperti dengan menggunakan baby massage. Tujuan : ini adalah untuk menganalisa pengaruh baby massage terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi yang menjalani fototerapi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimen dengan non equivalent control group with pre post test design. Sampel berjumlah 32 bayi yang terbagi dalam 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden sebagai kelompok kontrol yang diambil berdasarkan penghitungan besar sampel komparatif numeric tidak berpasangan dua kelompk satu kali pengukuran. Data dianalisis menggunakan repeated anova, Dependen T-Test, Independen T- Test, dan Analysis of Covarians. Hasil : menunjukkan rata-rata kadar bilirubin serum setelah intervensi pada kelompok intervensi adalah 6,48 sedangkan kelompok kontrol 9,32. Penurunan rata-rata kadar bilirubin serum kelompok intervensi (7,21+2,59), sedangkan kelompok kontrol (6,51+3,30), antara kedua kelompok terdapat perbedaan penurunan yang bermakna dengan p-value =0,000. Simpulan : didapatkan bahwa baby massage sebagai alternative tindakan tambahan yang dapat menurunkan kadar bilirubin serum secara efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini Baby massage dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan dalam penatalaksanaan bayi hiperbilirubinemia di rumah sakit.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 1 (2020); 56-66</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/59/55</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/60</identifier>
				<datestamp>2022-08-12T17:48:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Stres dan Korelasinya dengan Faktor Demografi pada Wanita Pekerja di Sektor Tembakau </dc:title>
	<dc:creator>Kartini, Monica</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumadewi, Berlian Nurtyashesti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">faktor demografi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peran ganda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pekerja tembakau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang: Peran ganda perempuan, khususnya yang bekerja di sektor pertanian tembakau, membuatnya harus bisa membagi waktu untuk urusan domestik dan juga mampu untuk melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pekerja tembakau laki-laki. Konflik peran ganda berkaitan erat dengan munculnya gangguan kecemasan, depresi dan perasaan bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stress pada perempuan yang bekerja di sektor tembakau dan hubungannya dengan beberapa faktor demografi. Metode: penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 75 wanita pekerja di sektor tembakau di wilayah Kabupaten Temanggung berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dipilih dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Tingkat stress diukur dengan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS) dan faktor demografi dilihat dari faktor usia, status pernikahan, tingkat pendidikan, lama bekerja, jumlah anak, status tempat tinggal dan pendapatan keluarga. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis bivariat Chi- square. Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki tingkat persepsi stres sedang, yaitu sejumlah 52 wanita (69,33%). Sedangkan responden yang memiliki tingkat stress rendah sejumlah 21 wanita (28%) dan sebanyak 2 perempuan (2,67%) memiliki tingkat stress tinggi. Variabel demografi status pernikahan dan tingkat pendidikan memiliki p-value&amp;lt;0,05. Sedangkan faktor demografi lainnya memiliki p-value&amp;gt;0,05. Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat stres sedang (69,33%) dan hanya 2,67% subjek memiliki tingkat stres tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan status pernikahan dan usia. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres denganfaktor demografi lainnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana para perempuan pekerja di sektor tembakau beradaptasi dengan stres yang dihadapi dan adakah korelasi dengan tingkat kebersyukuran yang dimiliki.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/60</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 5 No. 2 (2019); 80-87</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/60/56</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/70</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Keluarga dalam Perawatan Diabetes Mellitus</dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Khoiriyah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan, penyakit gangguan metabolisme yang bersifat kronis dengan karakteristik hiperglikemia dengan komplikasi yang timbul akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang dapat meningkatkan ancaman kesehatan dan kematian setiap individu dengan cepat dan mempunyai tantangan yang besar untuk mencapai keberhasilan dalam penatalaksanaan. Tujuan : Mengetahui peran keluarga dalam perawatan Diabetes Mellitus. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan bedah lintang dan berjumlah satu responden. Pengumpulan data dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Magelang Utara pada tanggal 27-29 Maret 2019 dengan Instrumen : pedoman wawancara, pedoman observasi, buku catatan, handphone sebagai alat perekam, alat mengukur kadar gula darah, tensimeter. Analisa data penelitian menggunakan domain analisa Peran Keluarga Dalam Perawatan Diabetes Mellitus yang meliputi peran keluarga dalam pengaturan diit, pengaturan aktivitas fisik, pemantauan terapi obat. Hasil penelitian menunjukan keluarga berperan penuh dalam peran pengaturan diit, pemantauan terapi obat, pemantauan kontrol dokter/kesehatan, namun belum sepenuhnya berperan dalam pengaturan aktivitas fisik. Simpulan: peran keluarga dalam perawatan belum sepenuhnya diberikan karena faktor kesibukan dari keluarga.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 1-13</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/70/57</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/72</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literatur Riview: Efektifitas Massage Effleurage terhadap Tingkat Nyeri pada Ibu Bersalin </dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Try Widi</dc:creator>
	<dc:creator>Susiloningtyas, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Catur Leny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nyeri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Massage Effleurage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">persalinan kala I fase aktif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Massage merupakan salah satu cara mengurangi rasa nyeri karena proses massage dapat menghambat sinyal nyeri, Ibu bersalin yang mendapat massage selama 20 menit selama proses persalinan akan lebih terbebas dari rasa sakit. Pada tahap pertama kontraksi uterus persalinan yang menyebabkan rangsangan nyeri, sekitar 90% persalinan disertai dengan rasa sakit. Teknik message effleurage memijat menggunakan tekanan yang sedang dengan sapuan yang panjang, berguna membantu mengontrol rasa sakit lokal dan meningkatkan sirkulasi dengan adanya teknik message effleurage ini, akan memberikan inovasi bidan untuk menggunakan metode terbaru untuk melakukan perawatan sayang ibu. Tujuan : mengetahui efektifitas massage effleurage terhadap tingkat nyeri pada ibu bersalin. Metode : Studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (literatur review) untuk mempelajari efektivitas effleurage Terhadap Nyeri pada Kala I Persalinan. Sumber untuk melakukan tinjauan literature ini meliputi studi pencarian Google Scholer, e-jurnal, dan buku. Hasil : Effleurage adalah memijat menggunakan tekanan yang sedang dengan sapuan yang panjang, meremas menggunakan tangan diatas lapisan superficial dari jaringan otot berguna membantu mengontrol rasa sakit lokal dan meningkatkan sirkulasi dilakukan selama 10-20 menit setiap jam dapat menurunkan tekanan darah, memperlambat denyut jantung, dan meningkatkan pernapasan. Simpulan : Terapi pijat lebih efektif dan efisiensi mengurangi rasa sakit pada tahap 1 dari pelahiran pervaginam bila dikombinasikan dengan perawatan standar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 14-20</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/72/58</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/75</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknik Verbal Asertif untuk Menurunkan Kemarahan pada Pasien Perilaku Kekerasan </dc:title>
	<dc:creator>Ambarwati , Nia</dc:creator>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">marah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penerapan teknik verbal asertif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perilaku kekerasan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">
Latar belakang : Perilaku kekerasan biasanya menunjukkan perilaku menyerang, tangan dikepal, tubuh menjadi kaku, reflek yang cepat dan membahayakan diri sendiri dan lingkungan. Perilaku kekerasan sudah banyak diberikan asupan berstandar dan berbagai cara teknik mengontrol perilaku kekerasan tetapi pada kenyataanya Ny. A jarang menggunakan teknik yang sudah diajarkan sehingga perlu dikonrol dengan salah satu cara yaitu teknik verbal asertif. Tujuan :menerapkan teknik verbal asertif untuk mengontrol marah Ny A. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sempel Ny A yang mengalami perilaku kekerasan. Hasil : Pertemuan dengan responden untuk pengambilan data dilakukan di Wisma Budi Makarti Boyolali di ruang Apokat yang akan berlangsung selama 3 hari yaitu dimulai dari tanggal 01 April sampai dengan 03 April 2019. Langkah awal yang saya lakukan adalah datang menemui pasien kemudian mengobservasi dan wawancara.Simpulan : mampu mengontrol marah dengan baik. Saran yang diberikan kepada Ny A agar melakukan pelatihan secara rutin dan terjadwal.
</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 21-31</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/75/59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/76</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknik Senam Kaki Diabetes untuk Meningkatkan Sensitivitas pada Kaki Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II</dc:title>
	<dc:creator>Nurbaeti, Laila</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">senam kaki</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sensitivitas kaki</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit yang mampu menimbulkan berbagai macam masalah sekunder berupa komplikasi neuropati sensorik, dalam mengatasi masalah tersebut hal ini perlu dilakukan penanganan dengan cara melakukan latihan jasmani berupa senam kaki diabetes sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada pasien dengan diabetes melitus tipe II. Tujuan : Menggali tentang pengaruh senam kaki diabetes terhadap peningkatan sensitivitas kaki sebelum dan setelah dilakukan. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15- 30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 32-42</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/76/60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/77</identifier>
				<datestamp>2023-07-27T06:59:51Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisa Tingkat Kecemasan Siswa SMK 17 Temanggung dalam Menghadapi Ujian Nasional</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawati, Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>W, Tri Suraning</dc:creator>
	<dc:creator>Lusmiati, Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ujian nasional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">siswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Evaluasi pembelajaran yang diselenggarakan secara nasional atau yang biasa disebut ujian nasional (UN) bertujuan untuk menilai dan mengukur kompetensi peserta didik secara nasional dilaksanakan setelah mengikuti pembelajaran yang diberikan para guru pada pendidikan formal. Salah satu isu yang marak diperbincangkan adalah kekhawatiran tentang kemungkinan banyaknya siswa yang tidak lulus. Kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Tujuan : mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan siswa sekolah menegah Kejuruan dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional. Metode : menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode crossectional, sampel yang digunakan 161 responden. Hasil : Sampel adalah siswa SMK 17 Temanggung kelas III sejumlah 161 siswa yang terdiri dari 36 siswa laki-laki (22,4 %) dan 125 siswi perempuan (77,6%). Siswa yang mengalami kecemasan sebanyak 73 siswa (45,3%), kecemasan ringan 55 siswa (34,2%), kecemasan sedang 19 siswa (11,8%), kecemasan berat 14 siswa (8,7%). Korelasi kecemasan dengan persiapan ujian UN menggunakan uji korelasi pearson diperoleh nilai 0,004 &amp;lt; α (0,05) artinya terdapat korelasi kecemasan antar siswa laki-laki dan perempuan dengan kegiatan ujian nasional pada anak SMK YP 17 Parakan. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan siswa dengan ujian nasional bagi siswa SMK YP 17 Temanggung, baik siswa putra dan putri sehingga diperlukan treatmen atau tindakan untuk mengurangi kecemasan siswa SMK sebelum menghadapi Ujian Nasional dan tingkat kecemasan bervariasi antar siswa.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/77</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/77/61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/78</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Pengetahuan tentang Diit Pada Pasien dengan Diabetes Mellitus melalui Pendidikan Kesehatan </dc:title>
	<dc:creator> Wandina, Ranita Ayu</dc:creator>
	<dc:creator> Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diit diabetes mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Tingkat pengetahuan yang rendah dapat mempengaruhi pola makan yang akhirnya mengakibatkan kenaikan kadar glukosa darah, dalam mengatasi masalah tersebut hal ini perlu dilakukan penanganan dengan cara melakukan edukasi yang merupakan dasar utama untuk pengobatan dan pencegahan diabetes yang sempurna. Tujuan : Mengetahui perubahan tingkat pengetahuan Ny. R sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Tingkat pengetahuan pasien bertambah, ditunjukkan dengan pasien mampu menjawab benar 13 kuesioner dari 20 kuesioner yang artinya cukup dengan penilaian 75%. Simpulan : Terdapat pengaruh yang besar bahwa dengan diberikan pendidikan kesehatan tentang diit diabetes mellitus mampu meningkatkan pengetahuan pasien dalam mengetahui diit yang benar.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 43-51</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/78/62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/81</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Teknik Relaksasi dengan Aromaterapi Minyak Lemon pada Pasien dengan Nyeri Paska Apendiktomi</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aromaterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minyak lemon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">teknik relaksasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Apendiktomi adalah pembedahan untuk mengangkat apendiks untuk menurunkan resiko perforasi yang menimbulkan sayatan dan menyebabkan kerusakan integritas kulit dan menimbulkan keluhan nyeri. Penatalaksanaan non farmakologi belum dilakukan di RS PKU Muhammadiyah TemangguNg. Penerapan teknik relaksasi aromaterapi minyak lemon dilaksanakan pada Sdr. D tanggal 28-29 Maret 2019 di Ruang Shofa 1 RS PKU Muhammadiyah Temanggung dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tujuan : mengetahui gambaran nyeri sebelum dilakukan relaksasi, penerapan teknik relaksasi dan gambaran nyeri setelah teknik relaksasi pada Sdr. D. Metode : metode yang digunakan metode studi kasus dengan responden pasien paska apendiktomi yang dirawat di Ruang Shofa 1 RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Instrumen yang digunakan adalah tools penilaian tahap relaksasi aromaterapi lemon. Hasil : penerapan teknik relaksasi aromaterapi menggunakan Nares Esential Lemon Oil dengan di hirup menggunakan kapas pada Sdr. D selama 15 menit di Ruang Shofa 1 RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang dilakukan selama 2 hari pada tanggal 28-29 Maret 2019 dengan teknik relaksasi aromaterapi minyak lemon mampu untuk mengurangi nyeri dari skala 5 menjadi skala 3. Simpulan : teknik relaksasi aromaterapi lemon mampu untuk mengurangi nyeri paska apendiktomi dari skala 5 menjadi skala 3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 52-60</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/81/64</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/82</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:56:39Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Penerapan Terapi Story Telling Terhadap Kecemasan Anak Prasekolah Akibat Hospitalisasi</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Faiqoh, Naurotul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hospitalisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">story telling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang : Cemas merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami oleh anak karena menghadapi stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Bentuk perasaan cemas yang muncul seperti anak gelisah, anak rewel, menangis, kondisi tersebut tentunya memerlukan strategi yang terpat agar anak prasekolah yang dirawat dirumah sakit dapat menerima tindakan medis atau keperawatan yang diprogramkan. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah terapi mendongeng, dengan mendongeng dapat membantu membuka pikiran anak dan dapat merubah presepsi anak terhadap stress menjadi kondisi yang tidak menakutkan. Tujuan : Mengetahui efektifitas terapi story telling/mendongeng terhadap kecemasan anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Metode : Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode dan desain literature riview ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelitian Google Shoolar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : terdapat 265 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 265 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang menunjukkan bahwa terapi mendongeng efektif dapat membantu menurunkan kecemasan. Simpulan : terapi story telling efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/82</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 11-24</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/82/63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/83</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:42:27Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendidikan Kesehatan tentang Tehnik Menyusui yang Benar terhadap Perilaku Menyusui pada Ibu Nifas Primipara </dc:title>
	<dc:creator> Amalia, Fifi Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perilaku menyusui</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">primipara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tehnik menyusui</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Menyusui merupakan proses alami yang tidak mudah dilakukan, maka diperlukan pengetahuan dan latihan tehnik menyusui yang tepat. Tehnik menyusui adalah cara memberikan Air Susu Ibu (ASI) dengan posisi ibu dan bayi dengan benar dengan indikator posisi ibu dan bayi, perlekatan bayi yang tepat, keefektifan hisapan bayi pada payudara sehingga kebutuhan nutrisi bayi tercukupi. Ibu nifas primipara biasanya menyusui bayinya dengan posisi dan perlekatan yang kurang tepat disebabkan karena kurangnya pengalaman ibu dalam praktik menyusui sehingga diperlukan pendidikan kesehatan tentang tehnik menyusui yang benar agar tidak mengakibatkan puting lecet dan bayi tidak menyusu dengan kuat. Tujuan: Mengetahui gambaran pemberian pendidikan kesehatan tentang tehnik menyusui yang benar terhadap perilaku menyusui pada ibu nifas primipara. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang dilakukan pada tanggal 25-27 Maret 2019 yaitu pemberian pendidikan kesehatan tentang tehnik menyusui yang benar terhadap perilaku menyusui ibu nifas primipara. Subyek adalah Ny. P, usia 22 tahun, ibu nifas primipara, yang masih bingung tentang cara menyusui yang benar. Hasil: Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi tehnik menyusui yang benar dengan media phantum bayi dan phantum payudara dengan hasil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan Ny. P dapat melakukan 2 dari 11 tehnik menyusui dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dapat melakukan 11 tehnik menyusui langsung pada bayinya dengan benar sesuai prosedur. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan Ny. P setelah diberikan pendidikan kesehatan dari 2 menjadi 11 tehnik menyusui yang benar, Ny. P dapat melakukan tehnik menyusui yang benar pada bayinya.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 6 No. 2 (2020); 61-68</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/83/66</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/84</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T07:13:03Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Efektifitas Mobilisasi Dini untuk Meningkatkan Peristaltik Usus pada Pasien Paska Operasi Abdomen</dc:title>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Choire, Ayu Nadiya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abdomen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mobilisasi dini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peristaltik usus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Pembedahan merupakan metode untuk mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin disembuhkan dengan obat-obatan yang sederhana. Sebelum dilakukan pembedahan pasien mendapat anestesi yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi. Anestesi yang diberikan pada pasien akan memberikan efek kehilangan peristaltik normal atau penurunan peristaltik usus. Peristaltik usus paska pembedahan dapat diatasi dengan menstimulasi gerakan peristaltik usus yaitu dengan cara mobilisasi dini. Tujuan : Mengetahui efektifitas penerapan mobilisasi dini terhadap peristaltik usus Pada pasien paska operasi abdomen. Metode: Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literatur review ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus dengan penelusuran Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Oktober 2020. Hasil: Terdapat 533 yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 533 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini yang dilakukan selama 6 jam, 12 jam, 24 jam dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Simpulan: mobilisasi dini efektif mendukung dalam meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 25-38</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/84/65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/85</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:57:01Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Pijat Oksitosin oleh Suami Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Triningsih, Lutfi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ibu Nifas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Oksitosin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Suami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Produksi ASI yang kurang dan tidak lancar merupakan penyebab bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif yang menyebabkan bayi menjadi tidak mau menyusui dan ibu merasa cemas sehingga berdampak pada ibu yang akan menghindar untuk menyusui. Pijat oksitosin oleh suami adalah salah satu solusi untuk mengatasi produksi ASI kurang. Tujuan : Mengetahui efektifitas pijat oksitosin oleh suami terhadap produksi ASI ibu nifas. Metode : Artikel ilmiah ini menggunakan metode eksploratif dengan pendekatan dan design literature riview yang dilakukan dari tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang dapat diakses secara full text. Hasil : Terdapat 718 yang diidentifikasikan dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 718 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari ketiga jurnal menunjukan pijat oksitosin oleh suami dapat meningkatkan produksi ASI ibu nifas. Simpulan : Pijat oksitosin oleh suami efektif untuk mendukung peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/85</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 39-52</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/85/67</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/86</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:57:11Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Terapi Kognitif pada Klien Harga Diri Rendah</dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Rizki Nilam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">harga diri rendah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">psikoterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">terapi kognitif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Harga diri rendah adalah semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Harga diri rendah psikotik disebabkan oleh gangguan neurotransmiter di otak yang terjadi pada seluruh aspek kepribadian ditandai dengan ketidakmampuan menilai realita, gangguan proses pikir, kedangkalan emosi, kemunduran kemauan dan mengalami disorientasi. Bentuk tindakan keperawatan harga diri rendah secara individu adalah terapi kognitif yaitu psikoterapi individu yang pelaksanaannya dengan melatih klien untuk mengubah cara klien menafsirkan dan memandang segala sesuatu pada saat klien mengalami kekecewaan, sehingga klien merasa lebih baik dan dapat bertindak lebih produktif. Tujuan : Mengetahui efektifitas teknik kognitif terhadap pasien harga diri rendah. Metode : Artikel ilmiah ini menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literature review yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber-sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional dan internasional, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : Terdapat 7.550 yang diidentifikasi dan dipublikasikan tahun 2011-2020. Artikel sebanyak 66 diseleksi terpilih 17 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dari 17 jurnal ditemukan 2 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi sehingga peneliti mencari jurnal yang mendekati tahun 2011, ditemukan 3 jurnal di tahun 2010 didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa teknik kognitif dapat meningkatkan harga diri pada pasien harga diri rendah. Simpulan : Terapi kognitif efektif terhadap peningkatan harga diri pada pasien harga diri rendah..


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/86</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 53-67</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/86/68</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/87</identifier>
				<datestamp>2022-08-18T01:16:02Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi</dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Tauchida, Anis</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rendam kaki air hangat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tekanan darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. Peningkatan tekanan darah ditandai adanya tekanan darah di atas normal yaitu sistolik &amp;gt;140 mmHg dan diastolik &amp;gt;90 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat dikontrol dengan hidroterapi rendam kaki air hangat. Tujuan : Mengetahui efektivitas terapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah lansia. Metode : Artikel ilmiah ini adalah artikel ilmiah eksploratif menggunakan metode dan desain literature review yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber-sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diaantaranya jurnal nasional dan naskah publikasi bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : Terdapat 100 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 100 artikel, terpilih 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasil artikel ilmiah menunjukan bahwa terapi rendam kaki air hangat dapat menurunkan tekanan darah. Simpulan : Hidroterapi rendam kaki air hangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia klien hipertensi.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 68-82</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/87/69</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/88</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T14:26:55Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Penerapan Terapi Psikoreligius terhadap Perilaku Kekerasan </dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator> Ningsih, Evi Cahya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perilaku kekerasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">terapi psikoreligius</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani pasien perilaku kekerasan salah satunya dengan terapi psikoreligius. Tujuan: Mengetahui efektifitas terapi psikoreligius terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian eksploratif menggunakan metode dan desain penelitian literature riview dengan mengambil sumber-sumber hasil yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Oktober 2020 dengan Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir 2011-2020, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, dan jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil: Terdapat 338 yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 338 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi psikoreligius dapat menurunkan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Kesimpulan: Untuk menurunkan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia dapat dilakukan dengan program latihan, salah satunya yaitu terapi psikoreligius.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/88</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/88/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/89</identifier>
				<datestamp>2022-08-18T01:15:29Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Teknik Pursed Lips Breathing (PLB) Terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)</dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Amalia, Susi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PPOK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pursed Lips Breathing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Saturasi Oksigen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang : Saturasi oksigen adalah persentase kandungan oksigen dalam arteri. Penurunan saturasi oksigen pada PPOK terjadi karena penyempitan bronkus sehingga karbondioksida terjebak dan oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru. Penanganan pasien PPOK dengan teknik non farmakologi berupa latihan pernapasan pursed lips breathing. Tujuan : Mengetahui efektifitas teknik pursed lips breating terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK. Metode : Artikel ilmiah ini menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literature review yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber-sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional dan internasional, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : Terdapat 68 yang diidentifikasi dan dipublikasikan tahun 2011-2020. Artikel sebanyak 68 terpilih 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 3 jurnal didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pursed lips breathing dapat meningkatkan saturasi oksigen. Simpulan : Teknik pursed lips breathing efektif terhadap saturasi oksigen pada pasien dengan penyakit paru obstruksi kronik (PPOK).


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/89</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 83-98</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/89/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/90</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T14:25:12Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Penerapan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Kestabilan Suhu Tubuh </dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Suryatama, Nindy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BBLR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KMC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bayi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan, baik prematue atau cukup bulan. BBLR sangat rentan terhadap hipotermia oleh karena lemak subkutan sangat tipis dan infeksi. Bayi premature atau bayi berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia, karena lemak subkutan sangat tipis. Hipotermi adalah kondisi suhu tubuh dibawah normal. Adanya ketidakseimbangan panas bayi baru lahir akan berusaha menstabilkan suhu tubuhnya terhadap faktor-faktor penyebab, dan juga disertai tanda-tanda hipotermia, seperti bayi menggigil, aktivitas berkurang, tangisan melemah, kaki teraba dingin. Bayi dengan berat lahir rendah harus dirawat dalam inkubator atau dapat dengan meletakkan bayi diantara kedua payudara ibu sehingga terjadi kontak langsung kulit ibu dan kulit bayi atau yang biasa disebut metode kangaroo mother care (KMC). Tujuan : Mengetahui efektifitas penerapan metode KMC terhadap kestabilan suhu tubuh pada BBLR. Metode : Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode dan desain literature riview ini dengan mengambil sumber- sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelitian Google Shoolar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : terdapat 255 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 265 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang menunjukkan bahwa penerapan metode KMC dapat meningkatkan kestabilan suhu tubuh pada BBLR. Simpulan : Penerapan metode KMC efektif dalam menstabilkan suhu tubuh pada BBLR dan penerapan metode KMC efektif dilakukan dengan durasi minimal 1 jam yang diberikan secara terus-menerus.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/90</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 13-23</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/90/73</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/91</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T13:57:45Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Literatur Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Primipara</dc:title>
	<dc:creator>Widiastuti, Triana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sari kurma</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kemajuan persalinan kala I fase aktif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">primipara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan : Persalinan hal yang biasa dialami setiap wanita, prosesnya seringkali mengalami kendala yang tidak diinginkan salah satunya adalah persalinan lama. Selama proses persalinan memerlukan tenaga ibu untuk kala I pembukaan sedangkan tenaga ini didapatkan dari asupan makanan dan minuman, salah satu diantaranya yaitu pemberian sari kurma sebagai pengganti asupan energi pada ibu selama proses persalinan. Kandungan dalam sari kurma dapat membantu mengganti asupan gula pada tubuh. Metode : literatur yang diperoleh melaui media elektronik dengan penuntun kata kunci. Artikel yang terpilih berjumlah 5, yang didalamnya terdapat satu pengaruh pemberian sari kurma terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif pada primipara. Hasil : Dalam mempercepat proses persalinan diperlukan sari kurma untuk mempengaruhi reseptor oksitosin dan membuat rahim otot merespon lebih baik terhadap oksitosin, menghasilkan banyak kontraksi uterus yang lebih efektif. Pada fase kala I persalinan dibutuhkan kontraksi (power) yang adekuat untuk dapat memulai persalinan. Melemahnya kontraksi rahim atau kontraksi inadekuat ini merupakan penyebab terbanyak terjadinya partus lama. Pembahasan : Adapun salah satunya cara non farmakologi yang diberikan untuk kemajuan persalinan yaitu dilakukan pemberian sari kurma agar mempercepat kemajuan persalinan kala I fase aktif. Simpulan : Berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah pemberian pemberian sari kurma efektif dapat kemajuan persalinan kala i fase aktif pada ibu primipara.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 1 (2021); 99-107</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/91/72</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/92</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T14:25:12Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Pemberian Minuman Jahe Hangat terhadap Frekuensi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Emesis Gravidarum </dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Taqiyah, Barotut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emesis gravidarum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jahe</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang: Emesis gravidarum atau mual muntah pada ibu hamil merupakan keluhan umum yang disampaikan pada kehamilan dengan frekuensi muntah kurang dari 5 kali sehari yang dikarenakan terjadinya perubahan hormon. Emesis gravidarum dapat menimbulkan gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, ketidakseimbangan elektrolit, dan bila tidak diatasi akan berdampak menjadi hyperemesis gravidarum. Emesis gravidarum dapat diatasi dengan terapi non farmakologis, salah satunya yaitu jahe. Jahe mengandung minyak atsiri dan gingerol yang dapat memblok serotin yaitu suatu neurotransmitter sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan dengan menghambat induksi HCG ke lambung. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian minuman jahe hangat terhadap frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum. Metode: Penelitian eksploratif menggunakan metode dan desain literature review ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelusuran Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, dan jurnal yang dapat diakses full text. Hasil: Terdapat 152 artikel yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020, dari 152 artikel terdapat 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian 3 jurnal yang ditelaah menunjukkan bahwa pemberian minuman jahe dapat menurunkan frekuensi emesis gravidarum. Simpulan: Minuman jahe hangat efektif untuk mendukung menurunkan mual muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/92</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.92</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 24-36</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/92/74</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/93</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T14:25:12Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Pengaruh Simplisia Jahe terhadap Penurunan Nyeri Rheumatoid Arthritis </dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Arti Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simplisia jahe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rheumatoid arthritis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Nyeri rheumatoid arthritis adalah nyeri yang diakibatkan karena adanya peradangan pada sendi bengkak, inflamasi atau telah terjadi kerusakan sehingga menimbulkan nyeri. Penderita nyeri rheumatoid arthritis terjadi karena adanya inflamasi yang disebabkan oleh proses imunologik pada sinovia yang mengakibatkan terjadinya sinovitis dan pembentukan pannus yang akhirnya mengakibatkan kerusakan sendi yang terjadi pada sel dan jaringan akan membebaskan berbagai mediator subtansi radang. Tujuan : mengetahui pengaruh simplisia jahe yang efektif terhadap nyeri pada rheumatoid arthritis. Metode : Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode dan desain literature riview ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelitian Google Shoolar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : terdapat 229 yang diidentifikasi dan dipublikasi ditemukan 158 jurnal dari tahun 2011-2020. 158 jurnal tersebut dilakukan skrining ulang berdasarkaan desain penelitian yaitu desain eksperimen diketemukan 8 jurnal dari 8 jurnal dilakukan skrining berdasarkan jurnal yang dapat diakses secara full text diketemukan 5 jurnal, selanjutnya skrining dilakukan berdasarkan kriteria eksklusi dari 5 jurnal tersebut di lakukan seleksi ulang diketemukan 29 jurnal yang akhirnya terpilih 3 jurnal dengan alasan yaitu sesuai dengan kriteria inklusi, hasi penelitian terapi efektif dan berasal dari jurnal keperawatan untuk selanjutnya dianalisis. Simpulan : Pengaruh simplisia jahe hasilnya efektif dilakukan pada lansia penderita nyeri rheumatoid arthritis pada semua jenis kelamin dan usia 70-90 tahun.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/93</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.93</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 37-48</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/93/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/94</identifier>
				<datestamp>2023-07-08T03:07:26Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Teknik Relaksasi Benson terhadap Kadar Gula Darah pada Diabetes Melitus </dc:title>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator> Ramadhanty, Afiqah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kadar gula darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">teknik relaksasi benson</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar belakang : Kadar gula darah merupakan jumlah kandungan gukosa dalam plasma darah di mana kadar gula darah ini bisa meningkat. Teknik relaksasi benson merupakan jenis teknik relaksasi yang bisa menekan hormon epienefrin, kortisol, glucagon, adrenocortiotropic hormone (ACTH), kortikosteroid, dan tiroid sehingga dapat menurunkan stres sehingga kadar gula darah dapat terkontrol Kondisi peningkatan kadar gula darah lebih banyak terjadi pada pasien dengan Diabetes Melitus. Penatalaksanaan kadar gula darah tinggi pada penderita Diabetes Melitus diantaranya adalah non faramakologi dengan Penatalaksanaan manajemen stres dengan teknik relaksasi salah satunya yaitu dengan teknik relaksasi benson. Tujuan : Mengetahui efektifitas teknik relaksasi benson dalam menurunkan kadar gula darah. Metode: Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literatur review ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelusuran Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang dapat diakses full text. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Oktober 2020. Hasil: Terdapat 580 yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 580 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Simpulan: Pemberian teknik relaksasi benson efektif untuk mendukung menurunkan kadar gula darah.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/94</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 49-61</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/94/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/95</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T14:25:12Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Range of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Paska Stroke </dc:title>
	<dc:creator>Munawiroh, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kekuatan otot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Range of Motion (ROM)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Pendahuluan: Stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat tersumbatnya bekuan darah dapat mempengaruhi distribusi nutrsi dan oksigen ke otak.Range of motion (ROM) merupakan proses rehabilitasi yang digunakan untuk mempertahankan dalam menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot. Tujuan: Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui latihan range of motion (ROM) yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien paska stroke. Metode: Penulisan eksploratif dengan menggunakan metode dan desain penulisan literature review dengan mengambil sumber yang dilakukan pada 15 Juni– 25 Agustus 2020 dengan penelusuran menggunakan google scholar dalam pencarian jurnal yang sesuai kata kunci dan kriteria inklusi diantaranya yaitu jurnal nasional yang terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan asuhan keperawatan, dan varibelnya berbeda. Hasil: Terdapat 1.190 artikel yang terbit kurun waktu 2011-2020. Artikel tersebut terpilih 3 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Simpulan: Bahwa latihan range of motion (ROM) efektif meningkatakan kekuatan otot pada pasien dengan paska stroke


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/95</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.95</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 62-71</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/95/77</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/96</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T14:25:12Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review : Penerapan Terapi Bermain Puzzle terhadap Kecemasan pada Anak Prasekolah akibat Hospitalisasi </dc:title>
	<dc:creator>Apriliyanto, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati , Lis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">terapi bermain puzzle</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">


Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan suatu proses karena alasan berencana atau darurat yangmengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi dan perawatan. Ketika anak menjalani perawatan di rumah sakit, biasanya akan dilarang untuk banyak bergerak dan harus beristirahat, hal tersebuttentunya akan mengecewakan anak sehingga dapat meningkatkan kecemasan. Dalam kondisi sakit di rumah sakit, aktifitas bermain dapat tetap dilaksanakan namun tidak boleh bertentangan dengan terapi dan pengobatan. Salah satu jenis permainan yang sesuai untuk anak usia prasekolah (3-5 tahun) adalah puzzle yangbertujuan untuk mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan koordinasi motorik kasar dan halus serta mengontrol emosi tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapanterapi bermain puzzle terhadap kecemasan pada anak prasekolah akibat hospitalisasi. Metode: Penelitianidesain literature review yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber-sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diaantaranya jurnal nasional dan naskah publikasi bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil: Terdapat 93 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 93 artikel, terpilih 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasilpenelitian menunjukan bahwa terapi bermain puzzle efektif menurunkan kecemasan pada anak prasekolahakibat hospitalisasi Simpulan: Terapi bermain puzzle efektif memurunkan tingkat kecemasan pada anak prasekolah akibat hospitalisasi.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/96</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.96</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 7 No. 2 (2021); 72-84</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/96/78</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/97</identifier>
				<datestamp>2022-10-15T08:56:21Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikajar 1 Kabupaten Wonosobo</dc:title>
	<dc:creator>Purnamasari, Ika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Profil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balita</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (lebih dari -2 SD) dari standar normal usianya. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran karakteristik anak stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalikajar 1 Wonosobo. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan jumlah sampel 60 balita stunting. Data diperoleh dari Buku KIA berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan pada kegiatan posyandu serentak pada Bulan Agustus 2021. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 53,33% (32 balita) berada pada kategori pendek dan 46,67% (28 balita) masuk kategori sangat pendek. Edukasi komprehensif oleh berbagai pihak baik profesional kesehatan, tokoh agama maupun tokoh masyarakat terkait stunting sangat diperlukan oleh seluruh masyarakat agar dapat turut membantu memberikan intervensi yang tepat pada upaya penanganan dan pencegahan stunting.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/97</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.97</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 1 (2022); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/97/79</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/98</identifier>
				<datestamp>2022-10-15T08:56:51Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Kecenderungan Perilaku Self-Harm pada Mahasiswa Tingkat Akhir Studi</dc:title>
	<dc:creator>Alifiando, Bilfrans Keyvien</dc:creator>
	<dc:creator>Pinilih, Sambodo Sriadi</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Muhammad Khoirul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecenderungan perilaku self-harm</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mahasiswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Coping adaptif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) merupakan kelakuan seseorang untuk menyakiti diri sendiri yang dimulai antar usia 11-15 tahun, dan proporsi tertinggi pada umur 10 tahun sampai 20 tahun dengan berbagai cara tanpa memandang ada atau tidaknya niat dan keinginan bunuh diri. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan agar merasa lebih tenang dari perasaan yang tidak nyaman akibat masalah dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecenderungan perilaku self-harm pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 104 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,7% memiliki kecenderungan perilaku self-harm yang didominasi perempuan dengan presentase 47,7%. Mahasiswa yang tidak memiliki coping adaptif dapat berisiko melakukan tindakan self-harm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/98</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.98</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 1 (2022); 9-15</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/98/80</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/99</identifier>
				<datestamp>2022-10-15T08:57:23Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Intervensi untuk Meningkatkan Resiliensi pada Remaja</dc:title>
	<dc:creator>Supriyadi, Supriyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Kartini, Monica</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Intervensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resiliensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Membangun resiliensi atau ketahanan pada remaja merupakan kebutuhan yang sangat penting. Remaja yang tangguh akan mampu menunjukkan sikap dan perilaku positif, berfungsi positif dalam situasi yang berisiko, mengembangkan kemampuan koping yang positif, dapat bangkit kembali dari situasi yang traumatis, dan menurunkan risiko munculnya gejala depresi. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui intervensi-intervensi guna meningkatkan resiliensi pada remaja. Penelitian dilakukan dengan metode literature review pada database Garba Rujukan Digital (Garuda) dan Pubmed, menggunakan kata kunci remaja resilien, adolescen* AND resilien*. Hasil penelusuran literatur didapatkan 651 artikel, namun yang memenuhi kriteria untuk dianalisis adalah 14 artikel. Sebanyak lima (5) dari 14 penelitian menunjukkan hasil bahwa intervensi yang dilaksanakan efektif untuk meningkatkan resiliensi pada remaja. Resiliensi pada remaja dapat ditingkatkan dengan intervensi yang meliputi berbagai aspek pada individu dan lingkungan sosial, yang dilaksanakan dalam beberapa sesi dan dilakukan follow up. Intervensi manajemen stres, mindfulness, yoga, cognitive reappraisal, humor, teknik relaksasi, mengembangkan life skills dan kebersyukuran merupakan upaya-upaya yang dapat dikembangkan untuk membantu remaja meningkatkan resiliensi. Sebagai rekomendasi, diperlukan penelitian selanjutnya mengenai intervensi atau model untuk mengembangkan resiliensi pada remaja di Indonesia, khususnya intervensi yang berbasis pada komunitas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/99</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 1 (2022); 16-25</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/99/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/100</identifier>
				<datestamp>2022-10-15T08:57:55Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Stimuli toilet training oleh Ibu pada Anak Usia Toddler di Kelompok Bermain dan Tempat Penitipan Anak</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Purnamasari, Nita</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buang air besar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buang air kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toddler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toilet training</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Toilet training pada anak merupakan cara untuk melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Anak harus mampu mengenali dorongan untuk melepaskan atau menahan dan mampu mengkomunikasikannya. Toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAB dan BAK di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak dapat membersihkan kotoran sendiri dan memakai kembali celananya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan stimuli toilet training oleh ibu pada anak usia toddler di Kelompok Bermain dan Tempat Penitipan Anak Permata Hati Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 36 anak usia 1-3 tahun dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif SPSS 25. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan toilet training oleh responden yang menerapkan dengan baik sebanyak 36,11% dan diterapkan sebagian 63,89%. Lebih lanjut, penerapan toilet training terbanyak adalah menerapkan sebagian karena dipengaruhi oleh pendidikan responden SMA, sebagian besar responden bekerja, kualitas perhatian ibu baik, dan lingkungan bersosialisasi responden baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/100</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 1 (2022); 26-32</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/100/82</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/101</identifier>
				<datestamp>2022-10-15T08:58:28Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Tingkat III Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri</dc:title>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Maryana, Eny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kanker payudara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SADARI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prevalensi penderita kanker payudara di Indonesia semakin meningkat. Kebanyakan penderita datang berobat setelah penyakitnya pada stadium lanjut, padahal keberadaan kanker bisa di deteksi secara dini, namun penderita jarang melakukannya, hal ini di sebabkan karena kurangnya pengetahuan wanita tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan payudara sendiri merupakan pemeriksaan yang sangat penting untuk mengetahui benjolan yang memungkinkan adanya kanker payudara oleh penderita sendiri, Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan sejak usia 20 tahun karena dapat menghindarkan wanita dari kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat III Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Tahun 2011 tentang Pemeriksaan SADARI. Artikel ilmiah ini menggunakan desain deskriptif yaitu mendeskripsikan tentang tingkat pengetahuan mahasiswi tentang SADARI. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian 65 responden dan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan beberapa tahap, yaitu editing, coding, dan tabulating. Hasil penelitian dari 65 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden yang mempunyai kategori baik yaitu tentang pengertian SADARI yaitu sebesar 97,7% dan langkah-langkah SADARI yaitu sebesar 80,4% sedangkan yang termasuk kategori cukup yaitu tujuan SADARI sebesar 75,4% dan waktu melakukan SADARI yaitu sebesar 66,2%. Hasil penelitian secara keseluruhan memiliki tingkat pengetahuan tentang SADARI yang baik. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan responden yaitu mahasiswi keperawatan yang telah mendapatkan informasi atau pengetahuan tentang SADARI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/101</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 1 (2022); 33-40</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/101/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/102</identifier>
				<datestamp>2022-10-15T08:59:02Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Suntik pada Akseptor KB</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Arthaty, Ria Nanda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kontrasepsi suntik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kenyamanan metode</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Paritas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Usia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keluarga Berencana (KB) merupakan usaha yang dilakukan pemerintah ataupun individu untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan dengan menggunakan alat bantu atau metode kontrasepsi. Alat kontrasepsi memang sangat berguna dalam program KB namun tidak semua alat kontrasepsi cocok dengan kondisi setiap orang. Pemilihan kontrasepsi sangat penting, setiap pribadi harus bisa memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk dirinya. Penggunaan kontrasepsi suntik meningkat dari 28% pada tahun 2007 menjadi 31,6% pada tahun 2012 dan menjadi 31,9% pada tahun 2017. Beberapa faktor-faktor yang mendukung pemilihan kontrasepsi pada akseptor KB yaitu faktor pribadi meliputi usia, paritas, usia anak terkecil dan kenyamanan metode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik pada akseptor KB. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh akseptor KB suntik di Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang sejumlah 30 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampling sejumlah 30 responden dengan kriteria usia antara 15-49 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, tidak mempengaruhi 23%, cukup mempengaruhi sebesar 33% dan mempengaruhi sebesar 44%. Faktor paritas tidak mempengaruhi 53%, cukup mempengaruhi 20% dan mempengaruhi sebesar 27%. Faktor usia anak terkecil, tidak mempengaruhi 20%, cukup mempengaruhi 40% dan mempengaruhi 40%. Faktor kenyamanan metode, tidak mempengaruhi 20%, cukup mempengaruhi 37% dan mempengaruhi 43%. Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik adalah faktor usia, usia anak terkecil dan kenyamanan metode.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/102</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.102</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 1 (2022); 41-49</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/102/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/103</identifier>
				<datestamp>2024-03-30T09:09:40Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Upaya Penyelesaian Masalah Defisit Pengetahuan Tentang Program Diet Hipertensi Melalui Tindakan Edukasi Diet </dc:title>
	<dc:creator>Parmilah, Parmilah</dc:creator>
	<dc:creator>Maryani, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Tri Suraning</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Defisit Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi Diet</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik atau diastolik di atas nilai normal yang terjadi secara terus-menerus sehingga meningkatkan keras jantung dalam memompa darah. Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor 3 (tiga) setelah stroke dan tuberkulosis yaitu 23,7% dari total 1,7 juta kematian di Indonesia pada tahun 2016. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi adalah perfusi jaringan otak tidak efektif, nyeri akut, intoleransi aktivitas dan defisit pengetahuan. Defisit pengetahuan tentang diet hipertensi adalah keadaan dimana tidak ada atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan diet hipertensi, masalah ini biasanya ditandai oleh ketidakakuratan mengikuti perintah, ketidakakuratan melakukan tes, perilaku tidak tepat, dan kurang pengetahuan. Tindakan keperawatan utama untuk mengatasi defisit pengetahuan adalah edukasi diet. Yang dilakukan dengan mengajarkan pengelolaan faktor risiko dan diet perilaku hidup sehat yang meliputi konsep hipertensi dan pengaturan diet. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan sejauh mana edukasi diet dapat menyelesaikan masalah defisit pengetahuan tentang diet hipertensi. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan menggunakan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi diet hipertensi dapat mengatasi masalah defisit pengetahuan tentang diet hipertensi dengan peningkatan pengetahuan dari skala 3 (sedang) menjadi skala 5 (meningkat). Dengan demikian, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi diet.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 2 (2022); 50-56</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/103/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/104</identifier>
				<datestamp>2024-03-25T03:04:20Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita Usia 1-5 Tahun</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ISPA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebiasaan Merokok</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh faktor individu anak dan faktor lingkungan. Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah kebiasaan merokok. Selain itu, data Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa 85% rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok, estimasinya 8 perokok meninggal karena perokok aktif dan 1 perokok meninggal karena terpapar asap rokok orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita usia 1-5 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Kriteria inklusi yaitu ibu yang mempunyai balita yang berusia 1-5 tahun yang menderita ISPA, jika di dalam 1 keluarga memiliki 2 balita maka keduanya dapat dijadikan sebagai sampel apabila orang tua balita menyetujuinya dan balita yang tinggal satu rumah dengan anggota keluarga yang merokok, dengan sampel sebesar 82 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk melihat adanya hubungan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi balita yang ISPA lebih banyak ditemukan pada balita yang terpapar asap rokok (65,8%) dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok (3,67%). Berdasarkan pengujian Chi Square diperoleh nilai signifikansi adalah 0,000 yang lebih kecil dari 5%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Sidosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/104</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 2 (2022); 57-63</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/104/88</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/105</identifier>
				<datestamp>2024-03-25T03:04:20Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Upaya Penyelesaian Masalah Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke Melalui Tindakan Teknik Latihan Penguatan Sendi</dc:title>
	<dc:creator>Parmilah, Parmilah</dc:creator>
	<dc:creator>Nafi’ah, Safira</dc:creator>
	<dc:creator>Anisah, Retno Lusmiati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mobilitas Fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penguatan Sendi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stroke</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stroke merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak jangka panjang, karena gejala defisit neurologi tidak bisa seketika diatasi. Tanda-tanda stroke yang sering dijumpai adalah gangguan pergerakan yang disebabkan karena adanya defisit sensori yang menyebabkan kebas, kesemutan, kelemahan hingga kelumpuhan bagian tubuh. Kelemahan dan kelumpuhan anggota gerak dapat menyebabkan masalah gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik penguatan sendi (latihan rentang gerak) dapat meningkatkan mobilitas fisik pada penderita stroke atau pasca stroke. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada 2 orang pasca stroke di masyarakat Desa Jurang Kabupaten Temanggung. Pengambilan data menggunakan instrumen pengkajian stroke, pengkajian masalah gangguan mobilitas fisik dan instrumen tingkat mobilitas. Penelitian ini membuktikan bahwa latihan rentang gerak dapat menyelesaikan masalah gangguan mobilitas fisik pada pasien pasca stroke dengan peningkatan mobilitas fisik dari sedang (skala 3) ke meningkat (skala 5). Simpulan dari penelitian ini adalah latihan penguatan sendi melalui latihan rentang gerak berpengaruh dalam meningkatkan mobilitas fisik penderita pasca stroke yang ditandai dengan meningkatnya pergerakan ekstremitas, kekuatan otot dan rentang gerak pada penderita stroke.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 2 (2022); 64-69</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/105/89</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/106</identifier>
				<datestamp>2024-03-25T03:04:20Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan Tingkat VI</dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawanto, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dukungan Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mahasiswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prestasi Belajar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebanyakan mahasiswa memiliki kebiasaan bermain media sosial dan game sehingga anak menjadi malas untuk belajar. Hal ini membuat anak mengalami kesulitan belajar dan prestasi belajar menurun. Mahasiswa memerlukan dukungan orang tua dalam mencapai prestasi belajar, baik berupa dukungan emosional, informasi, material, maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa tingkat III Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling sebanyak 67 mahasiswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dukungan keluarga sedang (46,3%) dapat membuat mahasiswa mempunyai prestasi belajar yang baik (25,3%) dengan IPK 3,00-3,49, sedangkan dukungan keluarga yang baik hanya menghasilkan 9% mahasiswa berprestasi baik sekali (cumlaude). Lebih lanjut, hasil uji chi square membuktikan bahwa dukungan keluarga berkorelasi positif dengan prestasi mahasiswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/106</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 2 (2022); 70-77</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/106/85</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/107</identifier>
				<datestamp>2024-03-25T03:04:20Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause dengan Kesiapan Menghadapi Menopause pada Ibu Premenopause</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Indrajati, Utami</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesiapan Ibu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Menopause</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Menopause tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, namun juga adanya beberapa perubahan, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis hingga hasrat seksual. Menopause menyebabkan lebih dari 80% wanita mengalami keluhan fisik dan psikologis dengan berbagai tekanan dan gangguan penurunan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan tentang menopouse menyebabkan ketidakmampuan dalam menghadapi dan mempersiapkan diri pada masa menopause. Hal ini menjadikan ibu premenopause tidak mampu melakukan upaya pencegahan dini untuk memasuki umur menopause tanpa mengalami keluhan yang berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan menopause dengan tingkat kesiapan menghadapi menopouse. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu yang berusia di atas 40-49 tahun di RT 09 RW 04 Kelurahan Krincing Kecamatan Secang Kabupaten Magelang sejumlah 33 orang. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang menopause adalah kurang (48,5%) dan tingkat kesiapan menghadapi menopause adalah kurang siap (58,5%). Lebih lanjut, hasil analisis juga menemukan adanya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menopause pada ibu menopause dengan pvalue 0,000.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/107</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 8 No. 2 (2022); 78-84</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/107/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/108</identifier>
				<datestamp>2025-06-19T03:01:14Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GENDER-RELATED DIFFERENCE IN JOINT HYPERMOBILITY AMONG SCHOOL-AGED CHILDREN: A DESCRIPTIVE STUDY </dc:title>
	<dc:creator>Sudaryanto, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Ayuningrum, Ika Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Dylla Ramadhani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Beighton score</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">joint hypermobility</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">school-aged children</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Joint hypermobility is common among school-aged children and it may progressively lead to joint pain and developmental delay. Identifying joint hypermobility in school-aged children would facilitate the monitoring of early changes and planning for early rehabilitative intervention. This study aimed to describe gender-related difference in joint hypermobility among school-aged children. A descriptive study was conducted in an elementary school in Surakarta, Central Java, Indonesia. The study subjects were 261 students aged 6 to 12 years selected randomly. The study variables were gender and joint hypermobility. Beighton scale was used to assess joint hypermobility score. Gender-related difference in joint hypermobility among school-aged children was tested using t-test. The results of ≥4 points on Beighton scale was observed in 157 of 261 school-aged children (60.2%). Mean of Beighton score in female children (Mean= 3.87; SD= 0.19) was higher than male chidren (Mean= 4.15; SD= 1.82), but it was statistically non-significant (p= 0.256). It can conclude that there is no difference between gender in joint hypermobility among school-aged children. The need for joint hypermobility screening tests in elementary school children is highlighted.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/108</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.108</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 2 (2023); 15-21</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/108/98</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/109</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LITERATURE REVIEW : PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP ANEMIA PADA REMAJA PUTRI</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Saputro, Riski</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ANEMIA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KADAR HB </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TABLET Fe</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:&amp;nbsp;Anemia merupakan kondisi dimana kadar Hb &amp;lt;12 g/dl terutama pada remaja putri. Anemia pada remaja putri disebabkan oleh siklus menstruasi tidak normal (2x sebulan) dan status gizi pada remaja putri. Remaja membutuhkan lebih banyak zat besi terutama pada wanita, karena setiap bulannya mengalami haid yang berdampak kuangnya asupan zat besi dalam darah sebagai pemicu anemia. Pemberian tablet Fe adalah salah satu cara alternatif untuk menanggulangi anemia. Tablet Fe bisa dikonsumsi pada malam hari menjelang tidur, hal ini dapat mencegah timbulnya rasa mual yang dikeluhkan sebagian remaja putri setelah konsumsi tablet Fe. Tablet Fe baik diminum dengan air putih dan menghindarkan minum tablet Fe bersamaan dengan kopi dan teh yang mengandung tanin dan kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.&amp;nbsp;Tujuan:&amp;nbsp;penelitian ini betujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian tablet Fe terhadap anemia pada remaja putri.&amp;nbsp;Metode:&amp;nbsp;Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan studi literaur pada hasil-hasil penelitian sebelumnya yang membahas tentang pemberian tablet Fe terhadap anemia pada remaja putri. Sampel yag diambil secara random sampling sejumlah 3 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.&amp;nbsp;Hasil:&amp;nbsp;Tablet Fe efektif diberikan pada remaja putri dengan karakteristik usia 14-20 tahun dan tablet Fe diberikan dengan dosis 200 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat, dalam satu minggu diberikan satu tablet selama tiga minggu dan diminum pada malam hari dengan air putih.&amp;nbsp;Simpulan:&amp;nbsp;pemberian tablet Fe efektif untuk mengatasi anemia pada remaja putri.
&amp;nbsp;
Kata kunci : Anemia remaja putri, Kadar Hb, Tablet Fe.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/109/91</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/110</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LITERATURE REVIEW : SENAM HAMIL TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Widadti, Nurul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Kualitas tidur menurun banyak dialami oleh ibu hamil trimester III yang disebabkan oleh gangguan kaki kram, nyeri punggung, sering buang air kecil di malam hari, dan semakin mendekati waktu persalinan sehingga merasa cemas. Gangguan saat tidur menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh ibu berhenti sejenak, maka janin akan bereaksi dengan menurunkan ritme jantung dan asidosis yang dapat membahayakan janin. Kualitas tidur yang buruk dapat diatasi dengan melakukan senam hamil menyebabkan peredaran darah lancar sehingga &amp;nbsp;membuat ibu hamil menjadi rileks, pasokan oksigen bertambah sehingga kualitas tidur menjadi baik.&amp;nbsp;Tujuan:&amp;nbsp;Mengetahui efektifitas senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III.&amp;nbsp;Metode:&amp;nbsp;Artikel ilmiah ini menggunakan metode eksploratif dengan pendekatan dan design&amp;nbsp;literature riview&amp;nbsp;yang dilakukan dari tanggal 15 Maret sampai 30 Juni 2022 dengan mengambil sumber dari&amp;nbsp;Google Scholar&amp;nbsp;yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 5 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang dapat diakses secara&amp;nbsp;full text.&amp;nbsp;Hasil:&amp;nbsp;Terdapat 2.550 yang diidentifikasikan dan dipublikasikan dari tahun 2018-2022 selanjutnya dipilih 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari ketiga jurnal menunjukan senam hamil dapat meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III dari kualitas tidur buruk (84,6%) menjadi baik (61,5%).&amp;nbsp;Simpulan:&amp;nbsp;Senam hamil efektif untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Ibu Hamil Trimester III, Kualitas Tidur, Senam Hamil</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/110</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 13-23</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/110/92</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/111</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBERIAN SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI</dc:title>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Rahani, Apsari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">slow stroke back massage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tekanan darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah meningkat,&amp;nbsp; sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Mekanisme kerja&amp;nbsp;slow stroke back massage&amp;nbsp;terhadap tekanan darah menstimulasi saraf-saraf di superfisial di kulit yang kemudian diteruskan ke otak bagian hipotalamus. Sistem saraf desenden melepaskan opiate endogen, seperti endofrin. Pengeluaran endorphin mengakibatkan meningkatnya kadar endorphin dalam tubuh.&amp;nbsp;Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemberian terapi&amp;nbsp;slow stroke back massage&amp;nbsp;yang efektif menurunkan tekanan darah pada hipertensi.&amp;nbsp;Metode: penelitian ini merupakan&amp;nbsp;deskriptif eksploratif&amp;nbsp;dengan pendekatan studi literatur pada hasil-hasil penelitian sebelumnya yang membahas tentang pemberian&amp;nbsp;slow stroke back massage&amp;nbsp;terhadap tekanan darah pada hipertensi. Sampel penelitian diambil secara&amp;nbsp;random sampling&amp;nbsp;sebanyak 3 jurnal.&amp;nbsp;Hasil: Pemberian&amp;nbsp;slow stroke back massage&amp;nbsp;untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi sebaiknya dilakukan 10 kali selama&amp;nbsp; 1 menit 40 detik, dilakukan rutin selama 3 minggu yang terbagi menjadi 12 pertemuan.&amp;nbsp;Simpulan: Pemberian&amp;nbsp;slow stroke back massage&amp;nbsp;efektif untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi.
&amp;nbsp;
Kata kunci: hipertensi,&amp;nbsp;slow stroke back massage, tekanan darah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/111</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 24-35</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/111/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/112</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LITERATURE REVIEW : DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA</dc:title>
	<dc:creator>Syamsudin, Syamsudin</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Evy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Royani, Ida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang :&amp;nbsp;Depresi pada lansia merupakan gangguan mental pada lansia yang disebabkan oleh ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap penurunan kemampuan fisik, psikologis yang sering dimanfestasikan dalam bentuk perasaan sedih berlebihan, gangguan tidur, dan kecemasan yang berdampak pada kemunduran sosial bahkan sering mendorong perilaku bunuh diri. Upaya untuk menurunkan tingkat depresi adalah adanya&amp;nbsp;support system&amp;nbsp;diantaranya berupa dukungan dari keluarga.&amp;nbsp;Tujuan :&amp;nbsp;&amp;nbsp;penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan keluarga yang efektif menurunkan tingkat depresi pada lansia.&amp;nbsp;Metode :&amp;nbsp;penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan penelitian&amp;nbsp;literature review&amp;nbsp;pada hasil–hasil penelitian terdahulu tentang dukungan keluarga terhadap depresi pada lansia. Sampel penelitian sebanyak 3 jurnal penelitian yang dipilih menggunakan teknik&amp;nbsp;purposive sampling.&amp;nbsp;Hasil :&amp;nbsp;Terdapat 2.700 jurnal yang dipublikasikan tahun 2018-2019.&amp;nbsp;Populasi yang efektif diberikan dukungan keluarga adalah lansia berusia 60 tahun atau lebih dan bentuk dukungan keluarga yang utama adalah dukungan emosional berupa empati, simpati dan kasih sayang.&amp;nbsp;Simpulan :&amp;nbsp;Dukunga keluarga yang efektif menurunkan depresi pada lansia adalah dukungan emosional.
&amp;nbsp;
Kata kunci : depresi, dukungan keluarga, lansia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/112</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 36-46</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/112/94</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/113</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINGKAT STRESS DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI</dc:title>
	<dc:creator>Susilaningsih, Is</dc:creator>
	<dc:creator>Farikhah, Alfi Ziyadatul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang&amp;nbsp;: Menstruasi merupakan proses alamiah bagi wanita dimana terjadi deskuamasi atau luruhnya endometrium yang keluar melalui vagina berupa perdarahan. Panjang siklus menstruasi normal berkisar antara 28-35 hari. Jika siklusnya &amp;lt;28 hari atau &amp;gt;35 hari termasuk siklus menstruasi yang tidak normal. Perubahan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh perubahan hormonal akibat stres yang dialami remaja putri.&amp;nbsp;Tujuan&amp;nbsp;: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stress yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri.&amp;nbsp;Metode&amp;nbsp;: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan&amp;nbsp;literature review&amp;nbsp;hasil penelitian tentang hubungan tingkat stress dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri. Sampel penelitian adalah 3 jurnal yang dipilih melalui teknik&amp;nbsp;purpovise sampling&amp;nbsp;yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil&amp;nbsp;: Populasi yang rentan mengalami stress sehingga mengalami perubahan menstruasi adalah remaja putri usia 16-19 tahun. Hasil penelitian menyatakan 2 penelitian tentang remaja putri mengalami stress ringan hingga berat dengan siklus menstruasi tidak teratur,&amp;nbsp;dan 1 penelitian&amp;nbsp;menyatakan tidak terdapat hubungan antara tingkat stress dengan perubahan siklus menstruasi dengan nilai&amp;nbsp;p value&amp;nbsp;= 0,085.&amp;nbsp;Stressor yang memicu terjadinya stress yaitu masalah pelajaran sekolah, teman dekat/pacar, hubungan dengan orang tua, persaingan saudara.&amp;nbsp;Kesimpulan&amp;nbsp;: Stress ringan hingga stress berat cenderung mempengaruhi perubahan siklus menstruasi pada remaja putri.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kata kunci&amp;nbsp;: Perubahan siklus menstruasi, tingkat stres.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 47-56</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/113/95</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/114</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LITERATURE REVIEW : PEMBERIAN MADU KALIANDRA PADA LUKA DIABETES MELLITUS</dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Andriani, Endah Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang :&amp;nbsp;Luka diabetik adalah luka yang terjadi karena adanya kelainan pada saraf, pembuluh darah dan kemudian adanya infeksi, tidak diatasi akan menjadi pembusukan bahkan dapat diamputasi. Terjadi luka diabetik tidak terlepas dari tingginya kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus atau DM. Salah satu cara untuk merawat luka diabetes mellitus dengan pemberian terapi madu kaliandra.&amp;nbsp;Tujuan :&amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian madu kaliandra terhadap luka diabetes melitus.&amp;nbsp;Metode :&amp;nbsp;Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi eksploratif dengan pendekatan&amp;nbsp;literature review&amp;nbsp;hasil penelitian tentang pemberian terapi madu kaliandra pada luka diabetes mellitus. Sampel penelitian 3 jurnal yang dipilih melalui tehnik&amp;nbsp;purpose sampling&amp;nbsp;yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.&amp;nbsp;Hasil :&amp;nbsp;Terdapat&amp;nbsp;10 jurnal yang dipublikasikan pada tahun 2020, terpilih 3 jurnal yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, dengan hasil terdapat perbedaan sebelum dan setelah diberikan madu kaliadra diberikan dengan cara topikal dilakukan dua hari sekali bila kondisi luka bersih, jika kotor dilakukan sehari sekali, tidak ada jaringan nekrotik, kerusakan atau nekrosis subkutan, tidak mencapai fasia, tertutup jaringan granulasi, 75% s/d 100% luka terisi granulasi, pada semua pasien luka diabetes dengan derajat II-IV.&amp;nbsp;Simpulan:&amp;nbsp;Pemberian terapi madu kaliandra yang efektif dapat menyembuhkan luka diabetes mellitus.
&amp;nbsp;
Kata kunci :&amp;nbsp;luka diabetes mellitus, madu kaliandra</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 57-69</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/114/96</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/115</identifier>
				<datestamp>2023-07-25T05:15:59Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI</dc:title>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Marhamah, Emah</dc:creator>
	<dc:creator>Fania, Farah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang:&amp;nbsp;Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal. Apabila tidak segera diberikan penanganan akan meningkatkan angka kematian dan komplikasi seperti, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal. Hidroterapi rendam kaki air hangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi, sehingga hidroterapi rendam kaki air hangat diharapkan mampu mengatasi masalah hipertensi.&amp;nbsp;Tujuan:&amp;nbsp;Mengetahui efektifitas&amp;nbsp;hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada hipertensi.&amp;nbsp;Metode:&amp;nbsp;Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan&amp;nbsp;literatur review. Populasi penelitian adalah jurnal yang membahas tentang hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada hipertensi sebanyak 202, kemudian dipilih 3 jurnal secara&amp;nbsp;random sampling&amp;nbsp;dengan kriteria jurnal Bahasa Indonesia yang terbit 2017-2020 dan menggunakan hidroterapi rendam kaki air hangat.&amp;nbsp;Hasil:&amp;nbsp;Hidroterapi rendam kaki air hangat lebih efektif dilakukan pada hipertensi yang berusia lebih dari 45 tahun, dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 10–15 menit. dengan Pvalue=0,000.&amp;nbsp;Simpulan:&amp;nbsp;Hidroterapi rendam kaki air hangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi.
&amp;nbsp;
Kata kunci:&amp;nbsp;Hidroterapi, Rendam Kaki Air Hangat, Hipertensi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/115</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 1 (2023); 70-80</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/115/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/116</identifier>
				<datestamp>2025-06-19T03:01:14Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SENAM TERA DENGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH  PADA LANSIA DIABETES MILLITUS </dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Lis</dc:creator>
	<dc:creator>Ergi Fitri, Ariska Khoirina</dc:creator>
	<dc:creator>Alfero Sugiyanto, Kristian Erwin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kadar Gula</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Senam Tera</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">



Latar Belakang : Diabetes militus dapat terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas karena faktor autoimun, genetik atau idiopatik dan resistensi insulin terkait perubahan gaya hidup. Dampak jika terjadi peningkatan kadar glukosa darah dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh, termasuk&amp;nbsp;merusak pembuluh darah kecil di organ ginjal, jantung, mata, ataupun sistem saraf, ketika&amp;nbsp;tidak ditangani dengan baik pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit seperti jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan pada saraf. Latihan fisik yang teratur adalah berolahraga 3- 5 kali dalam seminggu. Hal ini akan meningkatkan sensivitas insulin dalam tubuh, sehingga insulin mengatur glukosa yang masuk dan dapat merubah glukosa menjadi energi. Tujuan : mengetahui hubungan senam tera terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes militus di Posyandu Lansia BKL Kadang Wredho di Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara. Metode : Rancangan Quasi Eksperient, dengan one group pre posttest without control, sampel yang digunakan adalah 30 responden, di bulan September hingga bulan Oktober 2022, di halaman BKL Kadang Wredho Kramat Selatan Magelang Utara, alat yang digunakan adalah glucometer, soundsistem, safety lancet, SOP senam tera. Hasil : sebelum melakukan senam tera, persentase terbesar kadar glukosa darah puasa tinggi yaitu 138-323 mg/dl sebanyak 15 responden (50%). Setelah melakukan senam tera pada lansia penderita diabetes militus sebanyak 1x dalam sebulan, gula darah menurun 138-323 mg/dl dari 15 responden menjadi 10 responden (33,3%) dan yang ke gula darah normal dari 16,6 persen menjadi 46,7 %.Berdasarkan hasil analisa uji t-test paired dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan nilai t hitung sebesar 3,601. p value : 0,001. Nilai tersebut berada di daerah penerimaan H1 (t tabel=1,69). Simpulan : Hasil analisa dapat disimpulkan bahwa senam tera sangat efektif untuk menurunkan kadar gula darah lansia diabetes melitus di BKL Kadang Wredo Magelang Utara.
&amp;nbsp;




Kata kunci : Diabetes mellitus, kadar gula, senam tera



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/116</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.116</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 2 (2023); 1-14</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/116/99</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.journal.akperkbn.com:article/118</identifier>
				<datestamp>2025-06-19T03:01:14Z</datestamp>
				<setSpec>jkkb:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN TEKNIK ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE (ACBT) TERHADAP PERUBAHAN RESPIRATORY RATE PADA SESAK NAFAS PENDERITA PPOK</dc:title>
	<dc:creator>Rusminah, Rusminah</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Novida Prima</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Ridho Agung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PPOK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sesak Nafas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Active Cycle of Breathing Technique</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">



Latar belakang: Sesak nafas (dyspnea) merupakan salah satu tanda dan gejala PPOK yang dapat diartikan sebagai kondisi sulit bernafas yang apabila tidak diatasi akan berakibat kematian, maka untuk mengatasi sesak nafas dilakukan terapi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), yaitu ialah teknik yang menggabungkan kontrol pernapasan, kontrol ekspansi toraks, dan teknik ekspirasi paksa, kontrol pernapasan memerlukan pernapasan lembut dengan dada yang lebih rendah, dengan dada dan bahu bagian atas rileks, pasien akan merasakan pembengkakan disekitar pinggang saat inspirasi, desahan mereda saat menghembuskan napas. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian teknik Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) pada sesak nafas penderita PPOK. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif menggunakan metode Quasy Experiment dan mengambil sumber-sumber hasil penelitian asli yang telah dilakukan dari dilakukan tanggal 8 Februari 2021 sampai akhir Juni 2021 dengan mengambil sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 3 tahun terakhir antara tahun 2017–2019, jurnal yang dapat diakses secara full text. Jurnal dipilih sebanyak 3 jurnal dengan random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yang memenuhi syarat, kemudian dianalisis. Hasil:Bentuk penerapan teknik Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) efektif diberikan 2x/hari dengan waktu 10-30 menit. Simpulan: penerapan teknik Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dapat mengatasi keluhan sesak nafas pada penderita PPOK dengan p= 0,000T.
&amp;nbsp;




Kata kunci: PPOK; Sesak nafas;Active Cycle of Breathing Technique.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/118</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56186/jkkb.118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Keperawatan Karya Bhakti; Vol. 9 No. 2 (2023); 22-30</dc:source>
	<dc:source>2716-0785</dc:source>
	<dc:source>2477-1414</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.akperkbn.com/index.php/jkkb/article/view/118/100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-06-13T06:49:06Z"
			completeListSize="166"
			cursor="0">f93ca7ea994fea69c6c26cae33666bbd</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
