Psikoedukasi Berpengaruh Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Siswa Remaja

Psikoedukasi Berpengaruh Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Siswa Remaja

Authors

  • Pramesti Ardani Paintu Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Pipin Yunus Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Nur Uyuun I. Biahimo Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Siti Qomariah Usu Universitas Muhammadiyah Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.56186/jkkb.295

Keywords:

Kecemasan; Remaja; Psikoedukasi, Anxiety, Adolescents, Psychoeducation

Abstract

Kecemasan merupakan respon psikologis yang muncul akibat adanya stresor dan dapat memengaruhi kondisi emosional, fisik, serta kemampuan individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kecemasan yang dirasakan dipengaruhi juga dari faktor internal seperti pola pikir, kepercayaan diri, kondisi fisik, dan kemampuan mengelola emosi, faktor lain yakni ekternal seperti dari lingkungan keluarga, sekolah, akademik, teman sebaya, lingkungan sosial dan ekonomi, yang dapat menyebabkan tingkat kecemasan pada remaja mudah dirasakan. Tingkat kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap tingkat kecemasan pada siswa remaja di smpn Ix kota gorontalo. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test, melibatkan 27 remaja yang mengalami kecemasan, Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum psikoedukasi, 48,2% responden mengalami kecemasan ringan, 37% cemas sedang, 14,8% cemas berat, sedangkan setelah psikoedukasi, 25,9% responden tidak cemas, 51,9% cemas riny, 22,2% cemas sedang. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan intervensi Psikoedukasi dalam menurunkan tingkat Kecemasan. Hal menunjukan bahwa pemberian psikoedukasi mampu menurunkan tingkat kecemasan pada siswa remaja yang dari 23.63% menurun menjadi 17.96%, Maka dengan itu perlu adanya psikoedukasi dapat dijadikan sebagai bagian dari program rutin bimbingan dan konseling (BK) untuk membantu siswa dalam mengelola tingkat kecemasan dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneiliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan pada siswa remaja.

References

Biahimo, N. U. I., & Abas, J. (2024). Penurunan Tingkat Ansietas pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 1(4).

Dini, W., Susila, C., Jannah, F., Suraya, A. S., English, Z., Malang, S., Jember, U., Gorontalo, U. M., & Jember, U. (2017). DISTRESS AND BLOOD PRESSURE IN PATIENTS WITH HYPERTENSION : A.

Erindia, F., Firmansyah, Y. W., Orizani, C. M., Jannah, F., Hilda Dea Revani, & Andi Safutra Suraya. (2026). Prevalence, Risk Factors, and Impact of Bullying in Boarding School Environments: A Systematic Review Firnanda. Lontara, 7(1), 134–144.

Ernawati Ernawati, Alexander Halim Santoso, Sukmawati Tansil Tan, Yohanes Firmansyah, Agnes Marcella, & Pasuarja Jeranding Ezra. (2023). Community Service Activities – Counseling and Anxiety Screening for Adolescents. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 08–17.

Grande, A. J., Hoffmann, M. S., Evans-Lacko, S., Ziebold, C., de Miranda, C. T., Mcdaid, D., Tomasi, C., & Ribeiro, W. S. (2023). Efficacy of school-based interventions for mental health problems in children and adolescents in low and middle-income countries: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry, 13.

Kemenkes. (2024a). Infoundation Situasi Kesehatan Jiwa di Indonesia. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 12.

Kemenkes. (2024b). “Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja.”

Leny Ali, Nur Uyuun I. Biahimo, Rahmawati Ibrahim, & Nazli Alamri. (2021). Adaptasi Pembelajaran Online Dengan Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah Selama Masa Pandemi Di Sdn 2 Kota Barat. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 1(2), 31–42.

Riskesdas. (2023). Kemenkes Beberkan Masalah Permasalahan Kesehatan Jiwa di Indonesia. Kemenkes Republik Indonesia, 2588–2593.

Riyadi, F., & Safitri, A. (2023). Pengaruh Terapi Psikoedukasi terhadap Kecemasan Pembelajaran Offline Siswa Kelas X di Sekolah SMAS Suluh Jakarta. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 2(9), 903–909.

WHO. (2023). Anxiety Disorders.

WHO. (2023). mental health who.

Wijaya, A. E., Asmin, E., & Saptenno, L. (2023). Levels of Depression and Anxiety in Productive Age. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 150–156.

Yunus, P. (2025). Pengaruh pengetahuan informed consent terhadap tingkat kecemasan keluarga di ruang ICU Rsud Prof. Dr. Aloei Saboe. Ilmu Keperawatan Muhammadiyah.

Zaki, F. M., Sovitriana, R., & Putri, R. E. (2024). Penerapan Terapi Kelompok dengan Teknik Psikoedukasi untuk Mengatasi Kecemasan pada Siswa di Sekolah Master Depok. Jurnal Psikologi, 20(1), 60–65.

Downloads

Published

2026-07-22

Issue

Section

Articles
Loading...