Peran Self-Diagnose Dalam Deteksi Dini Kecemasan Mahasiswa Di Magelang: Kajian Cross-Sectional

Peran Self-Diagnose Dalam Deteksi Dini Kecemasan Mahasiswa Di Magelang: Kajian Cross-Sectional

Authors

  • Agus Setiyawan STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Novida Prima Wijayanti STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Wahyu Tri Astuti STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Kurniawan Bagus Sugiarto STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Siswanto Siswanto STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang

DOI:

https://doi.org/10.56186/jkkb.303

Keywords:

Mahasiswa, Self-diagnose, Anxiety, Students, Self-diagnosis, Cemas

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Kecemasan merupakan keadaan emosional yang ditandai oleh perasaan khawatir, takut, dan tidak nyaman yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau ancaman yang dianggap membahayakan, baik yang bersifat nyata maupun yang hanya dipersepsikan oleh individu. Namun, apabila kecemasan terjadi secara berlebihan, berlangsung dalam waktu yang lama, dan mengganggu aktivitas serta fungsi kehidupan sehari-hari, maka kondisi tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Menurut penelitian 33,7% mahasiswa mengalami kecemasan pada tingkat menengah, mahasiswa perlu melakukan self-diagnose sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan mental yang mereka alami, mengingat tingginya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan masa depan selama masa perkuliahan. Tujuan: mengetahui hubungan antara self-diagnose kesehatan mental dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Metode: Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional,  Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” yang diselenggarakan di  Gedung Auditorium Edusmart Soerojo Hospital pada tanggal 12 November 2025 dan “KMI Expo 2025” di Universtitas Tidar pada tanggal 19-20 November 2025 sebanyak 85 orang. Pelaksaan dilakukan pada bulan Oktober hingga bulan Januari 2025. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan analisis Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000, yang berarti p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self diagnose mental disorders dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Nilai koefisien korelasi r = 0,816 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah positif. Simpulan: Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat self diagnose mental disorders, maka tingkat kecemasan cenderung semakin ringan.

 

Kata Kunci : Cemas; Mahasiswa; Self diagnose.

 

Abstract

Background: Anxiety is an emotional state characterized by feelings of worry, fear, and discomfort that arise in response to situations or threats perceived as harmful, whether real or imagined. However, when anxiety occurs excessively, persists over a prolonged period, and interferes with daily activities and functioning, it can negatively affect mental health and overall well-being. Previous research indicates that 33.7% of university students experience moderate levels of anxiety. Students need to engage in self-diagnosis as an initial step to recognize their mental health condition, considering the high academic, social, and future-related pressures encountered during university life. Objective: To determine the relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all visitors to the “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” held at the Edusmart Auditorium, Soerojo Hospital, on November 12, 2025, and the “KMI Expo 2025” at Universitas Tidar on November 19–20, 2025, totaling 85 participants. Data collection was conducted from October to January 2025. Statistical analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. Results: The Spearman Rank analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. The correlation coefficient (r = 0.816) demonstrated a very strong positive correlation.  Conclusion: The findings indicate that lower levels of mental health self-diagnosis are associated with lower levels of anxiety.

 

Keywords: Anxiety; Students; Self-diagnosis.

References

Abrahamsz, J., & Ambarwati, K. D. (2024). Pengambilan Keputusan Dalam Melakukan Self-Diagnosis Pada Individu Dewasa Awal - Decision-Making Processes in Self-Diagnosis Among Young Adults. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K), 5(3), 1010–1018.

Agustin, B. D. (2025). Hubungan Kecemasan terhadap Self-diagnosis mahasiswa Psikologi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik).

Annury, U. A., Yuliana, F., Suhadi, V. A. Z., & Karlina, C. S. A. (2022). Dampak self diagnose pada kondisi mental health mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 1, pp. 481-486).

Amalia, W., Abdilah, H., & Tarwati, K. (2023). Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Pendidikan Profesi Ners. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 3(10), 3326–3337. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i10.11298

Amrah, N., Murdiana, S., & Ismail, I. (2024). Gambaran Self Diagnose Mental Disorder Pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial. Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness, 4(1), 36–47. https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/jipmc/article/view/1297

Annisa, N., Dewi, Y. I., & Zulfitri, R. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Semester Awal Sebelum Ujian Skill Laboratory. Jurnal Keperawatan Profesional (JKP), 11.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Dharma, K. K. (2017). Metodologi Penelitian Keperawatan: Panduan Melaksanakan Dan Menerapkan Hasil Penelitian(Edisi Revisi 2015). Jakarta: Trans Info Media.

Djaali, H. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif (B. S. Fatmawati, Ed.). Jakarta: Bumi Aksara

Edy, D. F., Hasanuddin, A. S., Nurmalitasari, F., & Harsono, Y. T. (2025). Kesehatan Mental di Dunia Kampus: Strategi Mengelola Pikiran dan Emosi. Penerbit: Kramantara JS.

Farhan, S. R., Nuryani, R., & Lindasari, S. W. (2024). Self diagnose dan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan : Studi korelasional. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(3), 328–334. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/hjk.v18i3.179

GAMIS, J. B. (2023). GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA DENGAN PERILAKU SELF DIAGNOSE TAHUN 2023 (Doctoral dissertation, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta).

Gumara, A., Muthmainah, B., & Prameswari, A. S. (2023). Kecemasan Pada Mahasiswa Pengguna Tiktok Yang Melakukan Self Diagnose. PARADE RISET, 1(1), 69-80.

Jayanti, S., & Adim, A. K. (2024). KONSEP DIRI SELF-DIAGNOSE ANXIETY MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS TELKOM. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi, 9(4), 866-883.

Komala, C., Faozi, A., Rahmat, D. Y., & Sopiah, P. (2023). Hubungan literasi kesehatan mental dengan trend self-diagnosis pada remaja akhir.

Hasan, F., Foster, M. M., & Cho, H. (2023). Normalizing Anxiety on Social Media Increases Self-Diagnosis of Anxiety: The Mediating Effect of Identification (But Not Stigma). Journal of Health Communication, 28(9), 563–572. https://doi.org/10.1080/10810730.2023.2235563

Hazari, Y., & Maghfiroh, F. (2025). Studi Fenomenologi: Pengalaman Self Diagnosis pada Remaha Perempuan. Character : Jurnal Penelitian Psikologi |, 12(02), 647–662. https://doi.org/: https://doi.org/10.26740.cjpp.647-662

Jayanti, S., & Adim, A. K. (2024). Konsep Diri Self-Diagnose Anxiety Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi Dan Informasi, 9(4), 866–883. https://doi.org/http://dx.doi.org/ 10.52423/jikuho.v9i4.322 866

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan (Rev. ed., Cet. 2). Jakarta: Rineka Cipta.

Norfai, S. K. M. M. K. (2021). Statistika Non-Parametrik Untuk Bidang Kesehatan (Teoritis, Sistematis, dan Aplikatif). Jakarta: Lakeisha.

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi 3). Jakarta: Salemba Medika.

Novitria, F., & Khoirunnisa, R. N. (2020). Perbedaan Kecemasan Akademik pada Mahasiswa Baru Jurusan Psikologi Ditinjau dari Jenis Kelamin. Jurnal Penelitian Psikologi, 11–20.

Paramitha, S. D., & Yolani. (2025). Self-Diagnosis Menjadi Penyebab Kecemasan pada Mahasiswa Psikologi: Studi Korelasi. Jurnal Psikologi Revolusioner, 9(10), 1–6.

Pamungkas, J. A. (2018). kecemasan & serangan panik. US Depertement Of Health & Human Services. National Institute of Mental Health. Joko Adi Pamungkas, Anta Samara, 0-39.

Panggalo, I. S., Arta, S. K., Qarimah, S. N., Adha, M. R. F., Laksono, R. D., Aini, K., ... & Judijanto, L. (2024). Kesehatan Mental. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Ramaiah, S. (2025). Kecemasan: Bagaimana mengatasi penyebabnya. Yayasan Obor Indonesia.

Rifqi Farhan, S., Nuryani, R., & Wulan Lindasari, S. (2024). Self diagnose dan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan: Studi korelasional.

Sahputra, D., Fawri, A., Rapono, M., Asyfa, A., & Putra, A. M. (2025). Konseling Kesehatan Mental bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Prokreatif Media.

Saputri, V. D. (2024). Literature review: Faktor yang mempengaruhi kecemasan pada mahasiswa kedokteran. Jurnal Medika Hutama, 5(04 Juli), 4006-4015.

Sherlina, A. P. (2024). Tingkat Kecemasan Pada Remaja Dalam Menghadapi Masa Depan. Karimah Tauhid, 3(1), 989-997.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan (Edisi pertama). Jakarta: Prenada Media Group.

Downloads

Published

2026-01-31

Issue

Section

Articles
Loading...