Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang PMT Berbasis Pangan Lokal Menurunkan Kejadian Stunting Pada Anak Balita
DOI:
https://doi.org/10.56186/jkkb.308Keywords:
Kader kesehatan, Pangan lokal, Pemberian makanan tambahan, Stunting, Balita, Health cadres, Local foof, Supplementary feeding, ToddlersAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat pada anak balita. Salah satu upaya penanggulangannya dilakukan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh pengetahuan kader kesehatan dalam pelaksanaan dan pemantauan konsumsi PMT di posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri atas 27 kader kesehatan dan petugas gizi yang terlibat dalam program PMT berbasis pangan lokal dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader kesehatan dan lembar observasi kejadian stunting pada anak balita berdasarkan pengukuran TB/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader kesehatan tentang pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 11 responden (40,7%), kategori cukup sebanyak 9 responden (33,3%), dan kategori kurang sebanyak 7 responden (25,9%) dan hasil Kejadian Stunting anak kategori tidak stunting sebanyak 15 responden (56,6%) dan Kejadian Stunting anak kategori stunting sebanyak 12 responden (44,4%). Hasil Uji Statistik Korelasi Spearman Rank diperoleh nilai signifikansi p= 0,004 (< 0,05) dengan arah korelasi positif (+) menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal, maka semakin rendah risiko terjadinya stunting. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program PMT berbasis pangan lokal sebagai salah satu upaya penurunan kejadian stunting pada anak balita.
References
Amalia, S. (2024). Pengolahan Makanan Berbasis Bahan Pangan Lokal. 2(Table 10), 4–6.
Anggi, Y., Pingge, U., Mirasa, Y. A., Winarti, E., Kesehatan, F. I., & Kadiri, U. (2023). Pemberian Pmt Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal Pada Balita Stunting: Studi Kasus Di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. 2, 245–251.
Anisa Fikriyani. (2022). Pemanfaatan Pangan Lokal Sebagai Sumber Pemenuhan Gizi Anak Usia Dini Di Dusun Ndewel Kecamatan Mbeliling Kabupaten Maggarai Barat. 8.5.2017.
Apriliani, F., Fajar, N. A., & Rahmiwati, A. (2024). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Terhadap Status Gizi Balita Stunting : Systematic Review. 20, 25–34.
Bahrun, & Wildan. (2022). Stunting In Indonesian Children And Its Contributing Factors: Study Through Bibliometric Analysis. Jpud - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 16(2), 271–293. Https://Doi.Org/10.21009/Jpud.162.07
Corie, A. H. (2024). Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Pasar Kota Prabumulih. Sriwijaya University Repository.
Handini, K. D., Ratmawati, R., & Emilia, E. (2024). Analisis Ketahanan Pangan Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020 – 2024. Pontianak Nutrition Journal (Pnj), 8(1), 647–657. Https://Doi.Org/10.30602/Pnj.V8i1.1769
Harismayanti, R. F. (2023). Kejadian Stunting Pada Balita Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Selama 1000 Hari Pertama Kelahiran. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(3), E1085. Https://Doi.Org/10.36990/Hijp.V15i3.1085
Hartono, A., & Saimi, M. (2024). Pemanfaatan pangan lokal dalam program pemberian makanan tambahan untuk meningkatkan keberlanjutan program gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Heny Purbaningsih, A. S. (2023). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Pangan Lokal Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita. 6(12), 2550–2554.
Kemenkes Ri. (2023). Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Pangan Lokal Untuk Balita Dan Ibu Hamil.
Nurmala Meilasari. (2024). Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan(Pmt) Pangan Lokal:Systematic Review. 7(3), 630–636.
Octaviana, D., Ikhlasia, N. F., & Wijayanti, S. P. M. (2024). Pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penemuan kasus tuberkulosis di wilayah Puskesmas Baturraden II. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. https://doi.org/10.19184/ikesma.v20i3.49388
Rachmawati, D., et al. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita serta upaya penanggulangannya. Jurnal Kesehatan Masyarakat
Rini, T., & Lestari, P. (2024). Evaluasi Kebijakan Dan Strategi Penurunan Angka Stunting Pada Tahun 2024 Evaluation Of Policies And Strategies For Reducing Stunting In 2024 Pendahuluan. 16(1), 71–86.
Rosyida, I. A., Arisandra, M. L., Noviyanti, D. A., Aprilian, R., Cahyono, C. B., & Abidin, K. U. (2024). Pemantauan Status Gizi Balita Dan Pentingnya Pemberian Pmt Pada Balita Desa Durikedungjero, Ngimbang, Lamongan. Jurnal Pengabdian Masyarakat : Bakti Kita, 5(1), 24–33. Https://Doi.Org/10.52166/Baktikita.V5i1.5475
Sunardi, S. (2024). Implementasi Program Penanggulangan Stunting Di Kota Semarang.
Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Indonesian Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia) 2023. Ministry Of Health, 1–68.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Karya Bhakti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.