Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Kognitif Lansia

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Kognitif Lansia

Authors

  • Evy Tri Susanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Wahyu Tri Astuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Lis Nurhayati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Kurniawan Bagus Sugiarto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
  • Dhavien Ginti Bernatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara Magelang

DOI:

https://doi.org/10.56186/jkkb.387

Keywords:

Fungsi kognitif, jenis kemalin, lansia, usia, lama mewarnai, Cognitive function, gender, elderly, age, duration of coloring activity

Abstract

Abstrak

Proses penuaan merupakan suatu tahap kehidupan yang ditandai dengan perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial. Salah satu perubahan yang sering terjadi pada lansia yaitu penurunan fungsi kognitif yang menjadi penyebab utama disabilitas serta ketergantungan pada kelompok usia lanjut. Dampak negatif apabila penurunan fungsi kognitif pada lansia yang tidak terdeteksi akan mengalami gangguan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, penurunan kemampuan belajar, serta perlambatan dalam memproses informasi. Kondisi tersebut menyebabkan lansia mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengelola keuangan, mengonsumsi obat sesuai jadwal, menggunakan alat komunikasi, hingga melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri. Perubahan biologis pada otak berupa berkurangnya jumlah neuron, penurunan kepadatan sinaps, penurunan volume otak terutama pada area hipokampus dan korteks prefrontal, serta berkurangnya aliran darah ke otak. Tujuan artikel ilmiah adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif. Metode dalam artikel ini penelitian kuantitatif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia di Kelurahan Kramat Selatan sejumlah 40 orang. Berdasarkan jumlah minimal responden dan kriteria inklusi, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejumlah 30 lansia. Dilaksanakan di bulan Juni hingga bulan Juni sampai Agustus 2026. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square (χ²) dengan tingkat kemaknaan (α) sebesar 0,05. Hasil dari 30 lansia di Keluarahan Kramat Selatan, sebanyak 23 responden (76,7%) memiliki fungsi kognitif normal dan 7 responden (23,3%) mengalami gangguan kognitif ringan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,046) dan lama mewarnai (p=0,001) berhubungan dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelurahan Kramat Selatan. Sementara itu, usia, pendidikan, pekerjaan, riwayat penyakit, lama sakit, kebiasaan merokok, stimulasi kognitif, aktivitas sosial, status tinggal, status pernikahan, gangguan fisik, dan konsumsi obat tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan fungsi kognitif. Dengan demikian, jenis kelamin dan lama mewarnai merupakan faktor yang berhubungan dengan fungsi kognitif pada lansia di Kramat Selatan .

Kata Kunci:   Fungsi kognitif; Jenis Kelamin: Lansia; Usia; Lama Mewarnai

 

Abstract

The aging process is a life stage characterized by physiological, psychological, and social changes. A common change among the elderly is the decline in cognitive function, which serves as a primary cause of disability and dependency in this age group. Undetected cognitive decline can lead to memory impairment, difficulty concentrating, reduced learning ability, and slower information processing. Such conditions can hinder the elderly in performing daily activities, ranging from managing finances, adhering to medication schedules, and using communication devices to carrying out self-care tasks independently. Biological changes in the brain include a reduction in the number of neurons, decreased synaptic density, reduced brain volume—particularly in the hippocampus and prefrontal cortex—and diminished cerebral blood flow. These changes impair the brain's ability to receive, store, and process information, resulting in declines in memory, attention, concentration, thinking speed, and problem-solving skills. This scientific article aims to identify factors associated with cognitive function impairment. The study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design. The study population consisted of all elderly residents in Kramat Selatan Village, totaling 40 individuals. Based on the minimum respondent requirement and inclusion criteria, a sample of 30 elderly individuals was selected for the study. The research was conducted from June to August 2026. Data analysis was performed using the Chi-Square (χ²) test with a significance level (α) of 0.05. Among the 30 elderly participants in Kramat Selatan Village, 23 (76.7%) exhibited normal cognitive function, while 7 (23.3%) experienced mild cognitive impairment. The analysis results indicate that gender (p=0.046) and the duration of coloring activities (p=0.001) are associated with cognitive function among the elderly in Kramat Selatan Village. Meanwhile, age, education, occupation, medical history, duration of illness, smoking habits, cognitive stimulation, social activity, living arrangement, marital status, physical impairment, and medication use did not show a significant association with cognitive function. Thus, gender and the duration of the coloring activity are factors associated with cognitive function among the elderly in Kramat Selatan.

Keywords: Cognitive function; Gender; Elderly; Age; Duration of coloring activity

References

Al Mubarroq, F. A., Putra, K. P., & Rayanti, R. E. (2022). Fungsi kognitif dan aktivitas fisik pada lansia petani. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(1).

Djaali, H. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif (B. S. Fatmawati, Ed.). Jakarta: Bumi Aksara

Hutasuhut, A. F., Anggraini, M., & Angnesti, R. (2020). Analisis fungsi kognitif pada lansia ditinjau dari jenis kelamin, riwayat pendidikan, riwayat penyakit, aktivitas fisik, aktivitas kognitif, dan keterlibatan sosial. Jurnal Psikologi Malahayati, 2(1), 60–75.

Kamsari, K., Riyanto, R., Husnaniyah, D., & Fadhilah, D. (2022). Hubungan antara fungsi kognitif dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 13(2), 71–77.

Livingston, G., et al. (2020). Dementia prevention, intervention, and care: 2020 report of the Lancet Commission. The Lancet, 396(10248), 413–446.

Livingston, G., et al. (2024). Dementia prevention, intervention, and care: 2024 report of the Lancet standing Commission. The Lancet, 404(10452), 572–628.

Manungkalit, M., Sari, N. P. W. P., & Prabasari, N. A. (2021). Fungsi kognitif dengan kualitas hidup pada lansia. Adi Husada Nursing Journal, 7(1), 34-40.

Mardiana, K., & Sugiharto. (2022). Gambaran fungsi kognitif berdasarkan karakteristik lansia yang tinggal di komunitas. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(4).

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (Rev. ed., Cet. 2). Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi 3). Jakarta: Salemba Medika.

Panggayuh, G. L., Junio, Z. P., Ismail, S. A. N., & Suparmi, S. (2025). Penyebab Dan Dampak Penurunan Kognitif Pada Kualitas Hidup Lansia. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 8(1), 22-36.

Permana, I., Rohman, A. A., & Rohita, T. (2019). Faktor faktor yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Bina Generasi: Jurnal Kesehatan, 11(1), 55-62.

Prahasasgita, M. S., & Lestari, M. D. (2023). Stimulasi Fungsi Kognitif Pada Lanjut Usia Di Indonesia: Tinjauan Literatur. Buletin Psikologi, 31(2), 247-264.

Putri, S., Sajidin, M., & Andriyanto, A. (2024). HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KOGNITIF DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA DI DUSUN TUMPAK DESA SIDOHARJO KECAMATAN GEDEG KABUPATEN MOJOKERTO (Doctoral dissertation, Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI).

Ramli, R., & Fadhillah, M. N. (2020). Faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia. Window of Nursing Journal, 23-32.

Seblova, D., Berggren, R., & Lövdén, M. (2020). Education and age-related decline in cognitive performance: Systematic review and meta-analysis of longitudinal cohort studies. Ageing Research Reviews, 58, 101005.

Stern, Y., Barulli, D. (2019). Cognitive reserve. Handbook of Clinical Neurology, 167, 181–190.

Stern, Y., et al. (2020). Whitepaper: Defining and investigating cognitive reserve, brain reserve, and brain maintenance. Alzheimer's & Dementia, 16(9), 1305–1311.

Suryadi, S. (2018). Dampak peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia terhadap struktur demografi dan perawatan lanjut usia. Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 3(2).

Wilson, R. S., Yu, L., Lamar, M., Schneider, J. A., Boyle, P. A., & Bennett, D. A. (2019). Education and cognitive reserve in old age. Neurology, 92(10), e1041–e1050.

World Health Organization. (2019). Risk reduction of cognitive decline and dementia: WHO guidelines. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2026). Risk reduction of cognitive decline and dementia: WHO guidelines, second edition. Geneva: WHO. Pedoman terbaru ini secara khusus memperbarui bukti tentang aktivitas kognitif, aktivitas sosial, aktivitas fisik, merokok dan faktor risiko lainnya.

Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan (Edisi pertama). Jakarta: Prenada Media Group.

Downloads

Published

2026-07-22

Issue

Section

Articles
Loading...